Bukan maksud bernostalgia, tapi ini adalah tanggal 24.
Dulu, setiap tanggal 24, pasti selalu ada kata-kata ucapan selamat, membuat puisi, atau hanya sekedar berterima kasih secara khusus pada seseorang, baik itu di account facebook, twitter, ataupun di blog ini.
Bukan maksud mengingat hal-hal romantisme yang mereka sebut cinta (monyet), bukan.
Sebutan cinta terlalu dalam dan berlebihan untuk kronologi yang tersusun pada angka 24 setiap bulannya.
Biarkan aku menyampaikan berita gembira yang tidak berasa, kawan.
Ya, ibaratkan membalas literatur yang berbunyi "Semua akan indah pada waktunya", ternyata... "Hal yang indah itu pun akan menjadi hal yang tersimpan, pada waktunya". Bukan, bukan dilupakan. Hanya sekedar tersimpan. rapih, berjajar diantara miliaran neuron otak, menunggu giliran untuk diingat oleh pemilik otak. Energi yang dimiliki kenangan ku nilai mampu membuat otakku tetap rasional, selama 5 bulan terakhir.
Karena waktu, ku bisa katakan "Sampai jumpa (tanpa) lagi"...
Pada setiap inci cerita tentang Sang Pianis dan Sang Penggemar...
Pada setiap untaian kata beragam majas...
Pada setiap pemberian bermakna...
dan pada setiap kasih sayang, yang ku khawatir hanya picisan.
Literatur pun seperti berkayuh di roda sepeda, mengejar indah yang disembunyikan waktu...
Tak sabar mengucapkan selamat datang, pada angka yang lain. 2...
Melangkah hingga menuju tak terdefinisi ~ dan mencoba memaknai hidup untuk menuju hal fana yang diindahkan oleh-Nya.
Senin, 24 Juni 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Elegi Roman
Don't you remember...
Don't you remember...
The reason you loved me before...
Suara Adele bergema di ruangan sempit nan kuning ini. Sudah 3 hari lalu Fedrika merasa lirik lagu yang sedang ia dengar begitu pas untuknya. Belum lagi setelah membaca catatan kecil dari pria itu. Pria yang selama ini ia kenal, namun penuh dengan hal tersembunyi, bahkan terlalu banyak hal yang disembuyikan, tidak terkuak.
Ketika membuka lembar pertama catatan hitam itu, terdapat tulisan balok yang rapih, menceritakan alur cerita yang sangat sistematis, polos, tak ada konflik rumit, tak ada kata-kata metafora ataupun majas seperti pada puisi. Sangat sederhana. Saat lembar terakhir Fedrika baca, ia merasa cerita yang baru saja ia baca membawa ia berkelana ke suatu latar, mengikuti kemana pikiran penulis berlayar. Sayangnya, cerita ini terlalu tidak adil untuk semua tokoh yang terlibat di dalamnya. tidak ada akhir.
Kemana akhir cerita ini pergi? Fedrika bertanya dalam hati. Cerita ini terlalu semu, bahkan terlalu semu untuk disebut mimpi. Mimpi ini tidak berujung, entah menemukan jembatan yang telah runtuh atau jembatan yang diruntuhkan oleh pembuat jembatan itu sendiri.
Yang Fedrika pikirkan, ia ingin masuk ke dalam latar itu.
Ia ingin nama pena nya ikut diseret ke dalam cerita itu oleh penulis.
Ia ingin mengubah dentingan dalam cerita itu menjadi lebih merdu, bukan teriakan seperti pada film action ataupun horror.
Yang Fedrika tau, ia ingin mengubah komposisi Elegi roman ini menjadi Roman murni.
Karena dengan begitu...
...Aku mohon padamu ya,
Tidak akan pernah ada yang bisa mengubah cerita ini.
Penulis manapun tidak akan ada yang bisa mengubahnya!...
Sudah kesekian kali, Fedrika kalah. Kali ini ia pun harus mengalah lagi. Ia selalu mencoba membaca situasi, tapi pria ini tidak pernah mencoba mendengar apa yang Fedrika baca. Pria ini tidak pernah ingin membagi dunianya, bahkan mengizinkan Fedrika menyentuh mimpinya. Tidak pernah mengerti bahwa kasih sayang yang ia miliki terlanjur mengalir dan bermuara. Fedrika hanya diizinkan menjadi pengamat sejati, bukan praktisi.
Pria seperti inilah yang kau kasihi, Fedrika?
Why don't you remember...
Don't you remember...
The reason you loved me before...
Reason, alasan. Fedrika tidak pernah bisa menemukan alasan mengapa rasa ini harus berlabuh pada pria yang menulis mimpi lamanya ke dalam bentuk cerita. Seandainya Fedrika tau alasannya, ia akan sangat mudah melupakan satu tahun perjalanan hidupnya bersama pria ini.
Seandainya Fedrika dan Sang penulis tau...
Don't you remember...
The reason you loved me before...
Suara Adele bergema di ruangan sempit nan kuning ini. Sudah 3 hari lalu Fedrika merasa lirik lagu yang sedang ia dengar begitu pas untuknya. Belum lagi setelah membaca catatan kecil dari pria itu. Pria yang selama ini ia kenal, namun penuh dengan hal tersembunyi, bahkan terlalu banyak hal yang disembuyikan, tidak terkuak.
Ketika membuka lembar pertama catatan hitam itu, terdapat tulisan balok yang rapih, menceritakan alur cerita yang sangat sistematis, polos, tak ada konflik rumit, tak ada kata-kata metafora ataupun majas seperti pada puisi. Sangat sederhana. Saat lembar terakhir Fedrika baca, ia merasa cerita yang baru saja ia baca membawa ia berkelana ke suatu latar, mengikuti kemana pikiran penulis berlayar. Sayangnya, cerita ini terlalu tidak adil untuk semua tokoh yang terlibat di dalamnya. tidak ada akhir.
Kemana akhir cerita ini pergi? Fedrika bertanya dalam hati. Cerita ini terlalu semu, bahkan terlalu semu untuk disebut mimpi. Mimpi ini tidak berujung, entah menemukan jembatan yang telah runtuh atau jembatan yang diruntuhkan oleh pembuat jembatan itu sendiri.
Yang Fedrika pikirkan, ia ingin masuk ke dalam latar itu.
Ia ingin nama pena nya ikut diseret ke dalam cerita itu oleh penulis.
Ia ingin mengubah dentingan dalam cerita itu menjadi lebih merdu, bukan teriakan seperti pada film action ataupun horror.
Yang Fedrika tau, ia ingin mengubah komposisi Elegi roman ini menjadi Roman murni.
Karena dengan begitu...
...Aku mohon padamu ya,
Tidak akan pernah ada yang bisa mengubah cerita ini.
Penulis manapun tidak akan ada yang bisa mengubahnya!...
Sudah kesekian kali, Fedrika kalah. Kali ini ia pun harus mengalah lagi. Ia selalu mencoba membaca situasi, tapi pria ini tidak pernah mencoba mendengar apa yang Fedrika baca. Pria ini tidak pernah ingin membagi dunianya, bahkan mengizinkan Fedrika menyentuh mimpinya. Tidak pernah mengerti bahwa kasih sayang yang ia miliki terlanjur mengalir dan bermuara. Fedrika hanya diizinkan menjadi pengamat sejati, bukan praktisi.
Pria seperti inilah yang kau kasihi, Fedrika?
Why don't you remember...
Don't you remember...
The reason you loved me before...
Reason, alasan. Fedrika tidak pernah bisa menemukan alasan mengapa rasa ini harus berlabuh pada pria yang menulis mimpi lamanya ke dalam bentuk cerita. Seandainya Fedrika tau alasannya, ia akan sangat mudah melupakan satu tahun perjalanan hidupnya bersama pria ini.
Seandainya Fedrika dan Sang penulis tau...
Sabtu, 05 Januari 2013
Pertunjukan Orkestra
Setelah menyaksikan pertunjukan orkestra asli luar negeri di salah satu stasiun televisi Indonesia, (mari sebut saja stasiun TVnya, yaitu MetroTV), saya semakin tertarik terhadap orkestra. Sejak saya masih duduk di bangku SMP, saya sudah menyukai genre musik klasik. Semua ini berawal dari kekepoan saya menguping lagu-lagu yang diputar oleh kakak saya karena kamar yang masih bersebelahan sengan kamar kakak pada waktu itu. Kala itu... saya sedang memilah-milih baju yang hendak disetrika sambil membersihkan kamar (itu karena saya multitasker), lalu terdengar alunan piano dan biola dari kamar sebelah. Saya pun terdiam cukup lama. Lagu apa ini?
Tidak terdengar vokal manusia bernyanyi solo, tapi kenapa saya merasa sudut hati tersensitif saya tersentuh lewat lagu itu *deuila. Saya masih ingat, kelima lagu itu sering diputar oleh kakak saya hampir setiap pagi. Lama-kelamaan, saya berniat untuk meminta soft copy lagu itu lewat belakang, tanpa pemberitahuan pada kakak saya terlebih dahulu. Setelah saya searching di komputer, fualaaa...! Ternyata kelima lagu itu dibawakan oleh Secret Garden, grup musik yang terdiri dari dua pemain, yang pertama sebagai composer/pianis berasal dari Norwegia, dan yang kedua sebagai violinist berasal dari Irlandia. Judul-judulnya antara lain Song from Secret Garden, Silent Wings, Passacaglia, Ode to simpli, dan Adagio. Dan sejak saat itulah saya menemui soulmate kesekian saya, musik klasik.
Lalu apa hubungannya dengan orkestra? Dari tahun ke tahun saya hidup dengan menyukai musik klasik yang merambat ke segala arah bagai air. Hingga pada akhirnya, tahun 2011 saya mendapatkan bejibun lagu klasik dari guru PPL TIK yang bernama Bu Vina yang secara kebetulan menyukai musik instrumental seperti saya. Ada classic piano, classic guitar, dan juga orkestra-orkestraan.
Nah dari situlah start line menyukai orkestra.
Hingga sekarang, tahun 2013, akhirnya saya menyaksikan pertunjukan orkestra asli (walaupun lewat televisi) dari grup Wiener Philharmoniker yang dipimpin oleh Franz Welser-Most. Konsernya berjudul Neujahrskonzert. MC yang dipilih oleh MetroTV adalah Addie Ms, salah satu musisi terkenal di Indonesia. Jika saya tidak salah, pertunjukannya digelar di Italia. Kalau salah ya mohon dimaafkan, karena setelah saya mencoba searching, blog asli dari Wiener Philharmoniker menggunakan bahasa yang tidak saya pahami. Untuk melihat rincian lagu apa saja yang dibawakan, boleh tengok ke blognya langsung:
http://www.wienerphilharmoniker.at KLIK!
Lain waktu, saya akan bahas apa itu orkestra dan nama-nama orkestra terkenal selain Wiener Philharmoniker di pelosok dunia.
Gracias ^^/
Tidak terdengar vokal manusia bernyanyi solo, tapi kenapa saya merasa sudut hati tersensitif saya tersentuh lewat lagu itu *deuila. Saya masih ingat, kelima lagu itu sering diputar oleh kakak saya hampir setiap pagi. Lama-kelamaan, saya berniat untuk meminta soft copy lagu itu lewat belakang, tanpa pemberitahuan pada kakak saya terlebih dahulu. Setelah saya searching di komputer, fualaaa...! Ternyata kelima lagu itu dibawakan oleh Secret Garden, grup musik yang terdiri dari dua pemain, yang pertama sebagai composer/pianis berasal dari Norwegia, dan yang kedua sebagai violinist berasal dari Irlandia. Judul-judulnya antara lain Song from Secret Garden, Silent Wings, Passacaglia, Ode to simpli, dan Adagio. Dan sejak saat itulah saya menemui soulmate kesekian saya, musik klasik.
Lalu apa hubungannya dengan orkestra? Dari tahun ke tahun saya hidup dengan menyukai musik klasik yang merambat ke segala arah bagai air. Hingga pada akhirnya, tahun 2011 saya mendapatkan bejibun lagu klasik dari guru PPL TIK yang bernama Bu Vina yang secara kebetulan menyukai musik instrumental seperti saya. Ada classic piano, classic guitar, dan juga orkestra-orkestraan.
Nah dari situlah start line menyukai orkestra.
Hingga sekarang, tahun 2013, akhirnya saya menyaksikan pertunjukan orkestra asli (walaupun lewat televisi) dari grup Wiener Philharmoniker yang dipimpin oleh Franz Welser-Most. Konsernya berjudul Neujahrskonzert. MC yang dipilih oleh MetroTV adalah Addie Ms, salah satu musisi terkenal di Indonesia. Jika saya tidak salah, pertunjukannya digelar di Italia. Kalau salah ya mohon dimaafkan, karena setelah saya mencoba searching, blog asli dari Wiener Philharmoniker menggunakan bahasa yang tidak saya pahami. Untuk melihat rincian lagu apa saja yang dibawakan, boleh tengok ke blognya langsung:
http://www.wienerphilharmoniker.at KLIK!
Lain waktu, saya akan bahas apa itu orkestra dan nama-nama orkestra terkenal selain Wiener Philharmoniker di pelosok dunia.
Gracias ^^/
Ayam Kampung
Tadi malam, sekitar pukul 19.00 WIB, saya sampai di rumah dalam keadaan basah kecebur got, karena terkena hujan gerimis sepulang dari tempat les. Alhasil setelah sampai di rumah, tas saya simpan di sofa dan melesat ke arah dapur karena rasa lapar yang tak tertahankan (tolong garis bawahi bahwa saya suka sekali makan).
Saya menengok ke dapur dan mendapati masakan ayam. Saya sudah mencurigai bahwa itu adalah Bukan Ayam Biasa, kalau disingkat menjadi BAB, yang ketenaran sudah menyaingi artis BBB, Bukan Bintang Biasa. Kecurigaan saya pun terbukti setelah saya mencoba satu gigitan pertama pada bagian paha si ayam, Krrrt..! Dengan ganasnya saya menggigit, namun nihil, daging yang terambil hanya sebagian kecil karena tekstur ayam yang alot.
Sial, ini ayam kampung!
Sekarang tidak usah digaris bawahi, tapi cukup di bold saja. Saya tidak suka ayam kampung,
karena sifat dagingnya yang liat dan alot. Kalau orang luar negeri atau orang pandir yang tidak tau apa-apa mengenai keberadaan si Ayam Kampung, tatkala mencoba masakannya dagingnya, pasti berkata bahwa daging ayam yang mereka makan menggunakan formalin dicampur boraks sebanyak 1 liter lebih 37,5 milimeter kubik. Kasihan ya si Ayam Kampung, padahal kandungan gizinya lebih besar dari ayam kota, lebih berkualitas, dan.... dan..... ya... intinya lebih alot!
Tapi ada dua tips pribadi dari saya bila Anda hendak membedakan ayam kampung dan ayam berformalin. Perbedaannya terletak pada tulangnya. Untuk memastikannya, hal pertama yang dapat dilakukan adalah habiskan daging-daging yang menempel pada tulang ayam, lalu ketuk tulang ayamnya. Jika tulang sangat kokoh dan sulit digigit, itu asli ayam kampung. Tapi kalau tulang ayamnya keropos seperti terkena penyakit osteoporosis, maka Anda telah memakan ayam berformalin >:) yang kedua, Anda sajikan tulang-tulang tadi pada kucing peliharaan Anda. Bila tidak dimakan atau sudah termakan dan berujung pada kerusakan gigi pada kucing Anda, itu asli 100% ayam kampung. Tapi kalau tetap dilahap, siap-siap saja Anda mengalami phobia makan ayam kampung.
Persuasi dari saya adalah, mari berhati-hati dalam mengkonsumsi ayam kampung dan jangan sekali-sekali memilih ayam kampung yang belum teruji kekampungannya! >:D hahaha
Gracias ;-)
Saya menengok ke dapur dan mendapati masakan ayam. Saya sudah mencurigai bahwa itu adalah Bukan Ayam Biasa, kalau disingkat menjadi BAB, yang ketenaran sudah menyaingi artis BBB, Bukan Bintang Biasa. Kecurigaan saya pun terbukti setelah saya mencoba satu gigitan pertama pada bagian paha si ayam, Krrrt..! Dengan ganasnya saya menggigit, namun nihil, daging yang terambil hanya sebagian kecil karena tekstur ayam yang alot.
Sial, ini ayam kampung!
Sekarang tidak usah digaris bawahi, tapi cukup di bold saja. Saya tidak suka ayam kampung,
karena sifat dagingnya yang liat dan alot. Kalau orang luar negeri atau orang pandir yang tidak tau apa-apa mengenai keberadaan si Ayam Kampung, tatkala mencoba masakannya dagingnya, pasti berkata bahwa daging ayam yang mereka makan menggunakan formalin dicampur boraks sebanyak 1 liter lebih 37,5 milimeter kubik. Kasihan ya si Ayam Kampung, padahal kandungan gizinya lebih besar dari ayam kota, lebih berkualitas, dan.... dan..... ya... intinya lebih alot!
Tapi ada dua tips pribadi dari saya bila Anda hendak membedakan ayam kampung dan ayam berformalin. Perbedaannya terletak pada tulangnya. Untuk memastikannya, hal pertama yang dapat dilakukan adalah habiskan daging-daging yang menempel pada tulang ayam, lalu ketuk tulang ayamnya. Jika tulang sangat kokoh dan sulit digigit, itu asli ayam kampung. Tapi kalau tulang ayamnya keropos seperti terkena penyakit osteoporosis, maka Anda telah memakan ayam berformalin >:) yang kedua, Anda sajikan tulang-tulang tadi pada kucing peliharaan Anda. Bila tidak dimakan atau sudah termakan dan berujung pada kerusakan gigi pada kucing Anda, itu asli 100% ayam kampung. Tapi kalau tetap dilahap, siap-siap saja Anda mengalami phobia makan ayam kampung.
Persuasi dari saya adalah, mari berhati-hati dalam mengkonsumsi ayam kampung dan jangan sekali-sekali memilih ayam kampung yang belum teruji kekampungannya! >:D hahaha
Gracias ;-)
Jumat, 04 Januari 2013
Filosofi Cream
Tahun baru. Eh sekarang beneran tahun 2013 ya? masih bisa liat bintang ga nih? masih bisa liat belatung loncat ga ya? atau masih bisa liat kucing saya minum lewat septic tank ga nih? *loooh haha Ssstttt rahasia publik nih, jangan disebar!
Perayaan tahun baru dari tahun ke tahun buat aku cuma mengalami kemajuan yang seucrit. Bahkan aku lupa, tahun 2011 kemarin aku ngerjain apa ketika orang-orang meniup Saxophone KW 6, bikin konser paduan suara gagal yang diadaptasi dari jaman primitif, sambil ngirim nuklir (yang ngabeledugnya pingin kaya bom Hiroshima dan Nagasaki tapi ga pernah kesampean) ke langit. Well, apa dulu para leluhur kita selalu merayakan tahun baru seperti sekarang?? (......) Tidak ada jawaban guys. Leluhur kita sedang tidur, ngooook... hik! ngoook.. hik!
Kembali ke perayaan. Satu hari sebelum perayaan bakar-bakaran (apa saja) yang bisa dibakar, aku mengalami satu kejadian yang menaaskan bagi siapa yang melihat, kemudian memutarnya, lalu menjilatnya, lalu mencelupkannya ke dalam segelas susu. Peristiwanya hitam, sehitam biskuit tadi. Alhasil karena orang yang (sebaiknya kita sebut Mr.X) itu tidak memberikan cream putih di dalamnya, aku harus nyari sendiri pemanis si biskuit itu biar enak dikunyah.
Dan disinilah aku berada. Rumah Pak Wayan.
Aku tiba-tiba ngeliat Luh De yang lagi bercengkrama sama Keenan... Setelah pulang dari sini akan ku ceritakan apa yang aku lihat pada Kugy...
Gubrak. marukana ieu film Perahu Kertas! -.-a
Ralat, aku ada di rumah guru les, untuk menjalankan acara bakar-bakar. Bakar arang, bakar batu bata, bakar angin, bakar perasaan *deuilah! Aku ga tega untuk bilang bahwa aku sama yang lain ngebakar ayam sama sosis, huaaa :'( episode berikutnya mungkin kita bakar orang.... orang utan maksudnya. Itupun kalau species mereka masih ada >:D huahaha...
Tapi tetep aja, tujuan utama aku untuk mencari cream putih ga kunjung ada. Kenapa sih nih?
Habis bakar-bakaran, ya harus ngapain lagi selain makan apa yang udah dibakar? Ayam dan sosis plus bonus nasi pun aku makan. Selanjutnya, perasaan yang kebakar juga aku lahap, masih lapar. Lalu... stop aja deh kayanya, kalau dilanjut nanti jadi pertunjukan kuda lumping dadakan, lupakan nasib arang, angin, sama batu bata yang udah dibakar juga. Mereka gosong, jadi ga bisa dimakan :p
Sekalipun aku kenyang, cream putih manis tetep belum aku makan.
Sekalipun aku ngiceupin mata, cream putih ga akan tiba-tiba ada depan hidung,
Sekalipun aku muntah, itu muntahan ga akan pernah jadi cream putih yang rasanya manis! Enek yang ada. Apa aku bilang, naas banget kan. Akhirnya, aku pilih pulang ke rumah, tepat pukul 10 malam.
Di rumah, aku.... aku... eu.... tuuuut....
(Itu bukan suara TV rusak, aku kentut barusan hahaha XD)
Aku mencoba menghibur diri karena mengalah pada nasib yang ga akan pernah nemuin si cream putih manis. Aku bikin 40 butir UU Resolusi TAP/DMP/No.2013, yang selanjutnya aku tempel di samping tempat tidur yang sedang bekerja, menunggangi kuda supaya baik jalannya, HEY! -,-
Hingga pukul 1 dini hari, aku pun mengistirahatkan mata yang sedari tadi ngiceup-ngiceup ga berhenti, berharap menemukan keajaiban keesokan harinya...
Dan tanggal 1 Januari pun telah datang! Aku nyari keajaiban apa yang terjadi. ya ampun! Keajaiban! Kertas resolusi yang aku bikin tadi malam, coplok... hosh... -_-a
Aku tempel lagi. Jahat banget yang tengil ngejatuhin Resolusi gue!
Siangnya, aku memusnahkan filosofi tadi malam dengan membeli Oreo, tapi tidak dengan cream putih, melainkan cream ungu hahaha :D
Kandungan cerita kali ini adalah, baru berusia 5 bulan. Eeeeh salah, maksudnya, kalaupun kita ga nemu si cream putih yang bikin kita ceria seperti dulu, carilah si cream ungu yang bikin kita merasa sedikit lebih baru. OK guys? ;-)
Hasta La Vista ^^/
Perayaan tahun baru dari tahun ke tahun buat aku cuma mengalami kemajuan yang seucrit. Bahkan aku lupa, tahun 2011 kemarin aku ngerjain apa ketika orang-orang meniup Saxophone KW 6, bikin konser paduan suara gagal yang diadaptasi dari jaman primitif, sambil ngirim nuklir (yang ngabeledugnya pingin kaya bom Hiroshima dan Nagasaki tapi ga pernah kesampean) ke langit. Well, apa dulu para leluhur kita selalu merayakan tahun baru seperti sekarang?? (......) Tidak ada jawaban guys. Leluhur kita sedang tidur, ngooook... hik! ngoook.. hik!
Kembali ke perayaan. Satu hari sebelum perayaan bakar-bakaran (apa saja) yang bisa dibakar, aku mengalami satu kejadian yang menaaskan bagi siapa yang melihat, kemudian memutarnya, lalu menjilatnya, lalu mencelupkannya ke dalam segelas susu. Peristiwanya hitam, sehitam biskuit tadi. Alhasil karena orang yang (sebaiknya kita sebut Mr.X) itu tidak memberikan cream putih di dalamnya, aku harus nyari sendiri pemanis si biskuit itu biar enak dikunyah.
Dan disinilah aku berada. Rumah Pak Wayan.
Aku tiba-tiba ngeliat Luh De yang lagi bercengkrama sama Keenan... Setelah pulang dari sini akan ku ceritakan apa yang aku lihat pada Kugy...
Gubrak. marukana ieu film Perahu Kertas! -.-a
Ralat, aku ada di rumah guru les, untuk menjalankan acara bakar-bakar. Bakar arang, bakar batu bata, bakar angin, bakar perasaan *deuilah! Aku ga tega untuk bilang bahwa aku sama yang lain ngebakar ayam sama sosis, huaaa :'( episode berikutnya mungkin kita bakar orang.... orang utan maksudnya. Itupun kalau species mereka masih ada >:D huahaha...
Tapi tetep aja, tujuan utama aku untuk mencari cream putih ga kunjung ada. Kenapa sih nih?
Habis bakar-bakaran, ya harus ngapain lagi selain makan apa yang udah dibakar? Ayam dan sosis plus bonus nasi pun aku makan. Selanjutnya, perasaan yang kebakar juga aku lahap, masih lapar. Lalu... stop aja deh kayanya, kalau dilanjut nanti jadi pertunjukan kuda lumping dadakan, lupakan nasib arang, angin, sama batu bata yang udah dibakar juga. Mereka gosong, jadi ga bisa dimakan :p
Sekalipun aku kenyang, cream putih manis tetep belum aku makan.
Sekalipun aku ngiceupin mata, cream putih ga akan tiba-tiba ada depan hidung,
Sekalipun aku muntah, itu muntahan ga akan pernah jadi cream putih yang rasanya manis! Enek yang ada. Apa aku bilang, naas banget kan. Akhirnya, aku pilih pulang ke rumah, tepat pukul 10 malam.
Di rumah, aku.... aku... eu.... tuuuut....
(Itu bukan suara TV rusak, aku kentut barusan hahaha XD)
Aku mencoba menghibur diri karena mengalah pada nasib yang ga akan pernah nemuin si cream putih manis. Aku bikin 40 butir UU Resolusi TAP/DMP/No.2013, yang selanjutnya aku tempel di samping tempat tidur yang sedang bekerja, menunggangi kuda supaya baik jalannya, HEY! -,-
Hingga pukul 1 dini hari, aku pun mengistirahatkan mata yang sedari tadi ngiceup-ngiceup ga berhenti, berharap menemukan keajaiban keesokan harinya...
Dan tanggal 1 Januari pun telah datang! Aku nyari keajaiban apa yang terjadi. ya ampun! Keajaiban! Kertas resolusi yang aku bikin tadi malam, coplok... hosh... -_-a
Aku tempel lagi. Jahat banget yang tengil ngejatuhin Resolusi gue!
Siangnya, aku memusnahkan filosofi tadi malam dengan membeli Oreo, tapi tidak dengan cream putih, melainkan cream ungu hahaha :D
Kandungan cerita kali ini adalah, baru berusia 5 bulan. Eeeeh salah, maksudnya, kalaupun kita ga nemu si cream putih yang bikin kita ceria seperti dulu, carilah si cream ungu yang bikin kita merasa sedikit lebih baru. OK guys? ;-)
Hasta La Vista ^^/
Kamis, 03 Januari 2013
Sang Waktu & Kanvasnya
Pukul 4, tak sengaja ku hampiri seorang pelukis..
Pukul 5, tak sengaja ku berikan kuas dan palet dengan manis..
Di malam tanpa bintang, masih tak sengaja, ku sodorkan cat magis..
Yang terakhir kanvas pun tak menangkis.
3 per 40 dasawarsa,
Pelukis itu berkarya..
dengan kuas, palet, dan cat di atas kanvas hitam.
3 per 32 windu, tepatnya.
Ya, dialah pelukis yang seolah serba tau..
Tau waktu.
Tau warna.
Tau hidup.
Kanvas, termenung bersirat senyum,
Pada siapa yang menyentuhkan kuas..
Menutupi hitam dengan yang primer, sekunder, bahkan tersier..
Hingga pelukis terdekap letih,
Hingga pelukis berhenti mengasih..
Sekali lagi kanvas itu tersenyum enigmatis.
Karena semua pelukisnya yang pergi,
Tak pernah tau siapa yang ditinggal pergi.
Pukul 5, tak sengaja ku berikan kuas dan palet dengan manis..
Di malam tanpa bintang, masih tak sengaja, ku sodorkan cat magis..
Yang terakhir kanvas pun tak menangkis.
3 per 40 dasawarsa,
Pelukis itu berkarya..
dengan kuas, palet, dan cat di atas kanvas hitam.
3 per 32 windu, tepatnya.
Ya, dialah pelukis yang seolah serba tau..
Tau waktu.
Tau warna.
Tau hidup.
Kanvas, termenung bersirat senyum,
Pada siapa yang menyentuhkan kuas..
Menutupi hitam dengan yang primer, sekunder, bahkan tersier..
Hingga pelukis terdekap letih,
Hingga pelukis berhenti mengasih..
Sekali lagi kanvas itu tersenyum enigmatis.
Karena semua pelukisnya yang pergi,
Tak pernah tau siapa yang ditinggal pergi.
Sabtu, 17 November 2012
Artikel 1 : Masalah Realita Remaja
Sebuah karya seni yang dibuat oleh seniman akan merasa sedih apabila terus mendapat kritikan, bahkan tak dapat dielak, pembuat karya seni pun lama kelamaan mundur bila terus mendapat penilaian yang buruk dari penikmat tanpa melihat sisi lain dari karya seni tersebut. Itu pula yang akan terjadi pada remaja. Remaja yang hanya mendapat ucapan atau kalimat-kalimat yang kurang berkenan hanya akan membuat remaja mengeluarkan pribadi negatif yang mereka miliki, terlebih jika didukung dengan tidak adanya pengembangan emosi yang tepat.
Beberapa penelitian sudah mengatakan bahwa masa remaja adalah masa dimana seseorang masih dalam proses pencarian jati diri, saat keadaan untuk mengekspresikan diri meluap-luap, merasa tak ingin dibatasi, bahkan oleh orang tua sekalipun. Tetapi hal mutlak tersebut terbantu oleh karakteristik tetap yang terbawa oleh mereka yang bervariasi. Membicarakan hal tentang karakteristik atau sifat, tidak sedikit dari kita yang mengatakan jika remaja sangat labil dalam mengendalikan emosinya. Apakah itu bisa disebut dengan sifat? Ya, itu sifat yang masih dalam tahap perkembangan, belum menjadi sifat permanen. Hal-hal yang sedikit menyimpang tersebut dapat dipecahkan dengan bantuan orang-orang yang mengerti dan menjadi ahli di bidang kejiwaan remaja, contohnya psikolog.
Sebagian orang berpikir keragaman sifat tersebut tidak cocok bahkan diharamkan dalam sebuah organisasi remaja. Tentu semua organisasi memiliki prinsip "Bhinneka Tunggal Ika" yang sedari dulu diusungkan, tetapi banyak pula orang yang sudah tidak memperdulikan apa arti sesungguhnya dari semboyan bangsa Indonesia tersebut, "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Manusia yang masih dikategorikan sebagai remaja atau dewasa awal, tidak dapat direkomendasikan untuk menasehati satu sama lain secara utuh karena masalah metoda dan cara penyampaian saran. Terlepas dari metoda, sesama remaja hanya akan melihat presentase keburukan pada remaja yang masih berada di bawah umur mereka. Kritikan yang dianggap sebagai motivasi oleh kategori dewasa awal akan terus diguyurkan bila remaja dipandang belum siap untuk menghadapi kehidupan yang setingkat lebih tinggi dari dunia remajanya. Tetapi tanpa disadari, remaja tidak dapat diperlakukan sama karena karakter baik yang ada pada diri seseorang belum kuat dan dicuatkan. Sekali lagi, inilah fungsi orang tua dan fungsi pakar psikolog yang lebih memahami kesulitan-kesulitan remaja agar bisa diterima di masyarakat, bukan hanya di golongan remaja saja.
Jika manusia kategori dewasa awal hendak dijadikan sebagai sarana evaluasi remaja, haruslah tepat sasaran. Mengerti bahwa pembentukan sifat remaja tidak hanya muncul dari hati atau pikiran remaja itu sendiri, tetapi faktor lingkungan dan bimbingan orang tua yang memiliki pengaruh lebih tinggi harus ditanamkan dalam-dalam. Manusia kategori remaja dimanapun adalah aset, bahkan predikat aset itu sudah dimulai sejak lahir. Wawasan luas mengenai kejiwaan perlu diemban sedari dini agar remaja generasi yang menjadi tonggak masa depan bisa lebih matang dan dapat digolongkan ke dalam kelompok manusia berumur remaja namun berusia dewasa.
Beberapa penelitian sudah mengatakan bahwa masa remaja adalah masa dimana seseorang masih dalam proses pencarian jati diri, saat keadaan untuk mengekspresikan diri meluap-luap, merasa tak ingin dibatasi, bahkan oleh orang tua sekalipun. Tetapi hal mutlak tersebut terbantu oleh karakteristik tetap yang terbawa oleh mereka yang bervariasi. Membicarakan hal tentang karakteristik atau sifat, tidak sedikit dari kita yang mengatakan jika remaja sangat labil dalam mengendalikan emosinya. Apakah itu bisa disebut dengan sifat? Ya, itu sifat yang masih dalam tahap perkembangan, belum menjadi sifat permanen. Hal-hal yang sedikit menyimpang tersebut dapat dipecahkan dengan bantuan orang-orang yang mengerti dan menjadi ahli di bidang kejiwaan remaja, contohnya psikolog.
Sebagian orang berpikir keragaman sifat tersebut tidak cocok bahkan diharamkan dalam sebuah organisasi remaja. Tentu semua organisasi memiliki prinsip "Bhinneka Tunggal Ika" yang sedari dulu diusungkan, tetapi banyak pula orang yang sudah tidak memperdulikan apa arti sesungguhnya dari semboyan bangsa Indonesia tersebut, "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Manusia yang masih dikategorikan sebagai remaja atau dewasa awal, tidak dapat direkomendasikan untuk menasehati satu sama lain secara utuh karena masalah metoda dan cara penyampaian saran. Terlepas dari metoda, sesama remaja hanya akan melihat presentase keburukan pada remaja yang masih berada di bawah umur mereka. Kritikan yang dianggap sebagai motivasi oleh kategori dewasa awal akan terus diguyurkan bila remaja dipandang belum siap untuk menghadapi kehidupan yang setingkat lebih tinggi dari dunia remajanya. Tetapi tanpa disadari, remaja tidak dapat diperlakukan sama karena karakter baik yang ada pada diri seseorang belum kuat dan dicuatkan. Sekali lagi, inilah fungsi orang tua dan fungsi pakar psikolog yang lebih memahami kesulitan-kesulitan remaja agar bisa diterima di masyarakat, bukan hanya di golongan remaja saja.
Jika manusia kategori dewasa awal hendak dijadikan sebagai sarana evaluasi remaja, haruslah tepat sasaran. Mengerti bahwa pembentukan sifat remaja tidak hanya muncul dari hati atau pikiran remaja itu sendiri, tetapi faktor lingkungan dan bimbingan orang tua yang memiliki pengaruh lebih tinggi harus ditanamkan dalam-dalam. Manusia kategori remaja dimanapun adalah aset, bahkan predikat aset itu sudah dimulai sejak lahir. Wawasan luas mengenai kejiwaan perlu diemban sedari dini agar remaja generasi yang menjadi tonggak masa depan bisa lebih matang dan dapat digolongkan ke dalam kelompok manusia berumur remaja namun berusia dewasa.
Minggu, 28 Oktober 2012
My October
Sekali lagi aku katakan, OKTOBER KU HITAAAAAAM. Terlebih pada tanggal 26, 27, 28...., n (entah sampai oktober tahun depan atau engga). Baru selesai aku mengahadapi hitamnya Oktoberku pada satu hal, eh satu hal yang tanpa diundang datang mengalir begitu saja. Maaf bila banyak unsur curhatan hati di postingan kali ini.
Dimulai saat aku menjadi pagar ayu di pernikahan sodara yang aku ceritakan di postingan sebelumnya. Saat itu aku mengantuk dan hanya tertidur di stan tamu, lupa memakai kacamata membuat mataku tidak bisa diajak bekerja sama. akhirnya aku mengirim sms pada seorang yang hanya satu, tidak dua, atau tiga, hanya satu! tapi entah kebelet atau kesambet jenglot, orang yang aku timpuki dengan sms curhatan hanya menjawab singkat, "hahahah sabar :)", iya aku selalu mencoba sabar sampai rambutku botak, sama halnya seperti aku menghitung hikmah-hikmah yang ada pada setiap masalah yang aku jumpai, botak aku menghitung semuanya.
Sampai pada sore harinya, aku mendapat sms rancu yang benar-benar tidak bisa aku mengerti. isi sms aku samarkan. Yang pertama kali terlintas setelah selesai membaca sms kelam itu adalah...
Ha? bercanda nih anak. aku harus baca lagi....
Setelah membaca yang kedua kali...
Aduh gue bego atau telmi sih? ini topik smsnya apaaa?? perasaan aku ga bahas ini tadi. baca lagi deh...
Semakin banyak aku membaca sms itu, semakin cepat lah jangka waktu pembotakan kepala. Topik sms yang melenceng sesuai harapan. Isi sms yang berhasil membuatku berpikir sangat kritis, hingga hampir menuju koma. Dia terus berusaha meminta maaf dan mengakui apa yang salah sedari dulu. Kebohongan fatal, besar, dan telah menumpuk menjadi tumpukan saus tartar siap banjur. Dan terjadilah, tanggal 26 Oktober, saus tartar yang dia tabung berhasil membanjiri hampir seluruh akal sehatnya. Berapa kali sms yang aku kirim untuk menenangkan dia, menjelaskan betapa berharganya pengakuan dia, betapa aku mengerti bagaimana perasaan dia yang ternyata hidupnya sama sepertiku, penuh fantasi. Tapi, Oktober yang dia miliki lebih hitam dari yang aku punya, pekat, hingga cahaya yang aku tawarkan belum mampu masuk ke dunianya.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa sayang...
Aku jadi teringat pertanyaanku dulu.
Tuhan, apa maksud dari-Mu membawa pria dalam kehidupanku, begitupun sebaliknya?
Yang aku tau, suatu saat aku akan mengatahui apa misiku sebenarnya sehingga bisa masuk ke dalam hidupnya, yang bahkan baru aku kenal dekat kurang lebih 5 hari.
Dan mungkin tibalah saatnya, Tuhan membuka apa yang menjadi misiku. entah apa yang mengetuk pintu orang ini, sehingga dia mau mengakui rahasia terbesarnya di bulan yang sudah ku anggap sakral ini.
aku yakin, ini memang karena ilham-Mu sudah datang pada hatinya :)
Terjawab sudah pertanyaanku, namun menimbulkan pertanyaan yang lainnya.
...Tuhan... Apakah kini Kau akan mengeluarkan aku dari hidupnya?...
Dimulai saat aku menjadi pagar ayu di pernikahan sodara yang aku ceritakan di postingan sebelumnya. Saat itu aku mengantuk dan hanya tertidur di stan tamu, lupa memakai kacamata membuat mataku tidak bisa diajak bekerja sama. akhirnya aku mengirim sms pada seorang yang hanya satu, tidak dua, atau tiga, hanya satu! tapi entah kebelet atau kesambet jenglot, orang yang aku timpuki dengan sms curhatan hanya menjawab singkat, "hahahah sabar :)", iya aku selalu mencoba sabar sampai rambutku botak, sama halnya seperti aku menghitung hikmah-hikmah yang ada pada setiap masalah yang aku jumpai, botak aku menghitung semuanya.
Sampai pada sore harinya, aku mendapat sms rancu yang benar-benar tidak bisa aku mengerti. isi sms aku samarkan. Yang pertama kali terlintas setelah selesai membaca sms kelam itu adalah...
Ha? bercanda nih anak. aku harus baca lagi....
Setelah membaca yang kedua kali...
Aduh gue bego atau telmi sih? ini topik smsnya apaaa?? perasaan aku ga bahas ini tadi. baca lagi deh...
Semakin banyak aku membaca sms itu, semakin cepat lah jangka waktu pembotakan kepala. Topik sms yang melenceng sesuai harapan. Isi sms yang berhasil membuatku berpikir sangat kritis, hingga hampir menuju koma. Dia terus berusaha meminta maaf dan mengakui apa yang salah sedari dulu. Kebohongan fatal, besar, dan telah menumpuk menjadi tumpukan saus tartar siap banjur. Dan terjadilah, tanggal 26 Oktober, saus tartar yang dia tabung berhasil membanjiri hampir seluruh akal sehatnya. Berapa kali sms yang aku kirim untuk menenangkan dia, menjelaskan betapa berharganya pengakuan dia, betapa aku mengerti bagaimana perasaan dia yang ternyata hidupnya sama sepertiku, penuh fantasi. Tapi, Oktober yang dia miliki lebih hitam dari yang aku punya, pekat, hingga cahaya yang aku tawarkan belum mampu masuk ke dunianya.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa sayang...
Aku jadi teringat pertanyaanku dulu.
Tuhan, apa maksud dari-Mu membawa pria dalam kehidupanku, begitupun sebaliknya?
Yang aku tau, suatu saat aku akan mengatahui apa misiku sebenarnya sehingga bisa masuk ke dalam hidupnya, yang bahkan baru aku kenal dekat kurang lebih 5 hari.
Dan mungkin tibalah saatnya, Tuhan membuka apa yang menjadi misiku. entah apa yang mengetuk pintu orang ini, sehingga dia mau mengakui rahasia terbesarnya di bulan yang sudah ku anggap sakral ini.
aku yakin, ini memang karena ilham-Mu sudah datang pada hatinya :)
Terjawab sudah pertanyaanku, namun menimbulkan pertanyaan yang lainnya.
...Tuhan... Apakah kini Kau akan mengeluarkan aku dari hidupnya?...
Sakral itu pernikahan
Ini terjadi di bulan Oktober. Menyebabkan Oktober mingggu akhir menjadi kelam bagiku uouooooo~, hitaaaam, Oktoberku hitaaam~ *pletuk!
Kenapa Oktober ini bisa menjadi sangat kelam? Satu hal yang pasti, itu karena berlangsungnya pernikahan sodara yang bertepatan dengan hari sekolahku. Bukan bukan, itu alasan kedua deng. Ya sudah biar aku utarakan apa yang menjadi alasan primernya!
Setelah asyik mendengarkan pa Ujang bercerita tentang konser musik yang akan dilancarkan di suatu sekolah, intuisi musik ku langsung mengirimkan impuls “ayo dev, dataaaaang...” ke otak kanan, sekalipun pelaksanaannya bertepatan dengan jadwal les, dan akan digelar hingga larut malam, aku tak peduli. Yang penting nonton konser, duduk manis sebelah Pa Ujang, komentar sana-sini, ngucapin selamat tanggal 24 (?), pulang, tidur, dan mimpi indah. Senangnya hati saat ibunda mengijinkan aku untuk menghadiri acara tersebut. Tapi naasnya... batang singkong invisible itu selalu jago nusuk, jleb! Aku disadarkan oleh ibunda bahwa Hari Rabu kami harus pergi ke desa Loskulalet di Pangalengan untuk mengahadiri pernikahan sodara kami pada esok harinya. Ibarat larutan dalam reaksi kimia, kenyataan ini bersifat 〖~OH〗^- yang berarti memiliki sifat basa atau pahit yang tidak terdefinisi (--,a) langsung eneg.
Dari sisi yang lain, saat itu aku sedang semangat sekali belajar dan PDKT sama pelajaran eksak. Barangkali inilah yang bisa disebut dengan semangat 45 karena rasanya seperti kerasukan semangat pahlawan angkatan ’45. Tapi apalah yang terjadi? Semangat juang ’45 yang baru mencuat beberapa titik ini langsung dihapus begitu saja dengan datangnya zona titik nadir semangat juang ’95. Alhasil dari reaksi semangat ’95 ini adalah... kesal. Semangatku langsung terkoyak, habis termakan si jabang bayi yang bahkan jabangnya belum dibuat (?)
Saking kesalnya karena merasa terpaksa, akupun curhat pada Pa Ujang mengenai kekesalanku. Apa yang dia katakan sangat singkat namun ada benarnya juga.
“Sabaar :) nikmatin aja :)”
Lalu aku melanjutkan curhat, bahwa aku kesal kuadrat. Bukan karena aku tidak suka datang kesana ataupun tidak ingin bersilaturahmi, tapi udangan yang datang dirasa kurang tepat. Apalagi ini pernikahan, event besar. Kalau aku memilih tidak hadir dan mengusungkan egoistisme, aku akan dicap tidak sopan dan tidak tau cara bersodara yang baik. Setelah 140 karakter di sms aku habiskan untuk Pa Ujang, balasan yang didapat sama singkatnya.
“Ga ada silaturahmi yang sia-sia :)”
Beuh. OK, aku ngalah deh... aku telan bulat-bulat semua orang yang tidak paham kebencianku dihadapkan pada situasi dimana munculnya dilema akut (bukan orangnya deng). Sementara itu, Ibu malah memberi intruksi padaku untuk segera menyiapkan baju ketika aku sedang membaca buku kimia, bab Sel Volta, karena akan menginap disana selama 3 hari 2 malam. Tambah rungsing lah moodku. Teringat pada semua tugas yang masih belum ku lunasi. PERSPEKTIF, OH PERSPEKTIF.... haruskah aku membawa penggaris 60 cm, alat tulis, dan karton ke sana untuk melanjutkan tugas perspektif? (-,-)
Pada akhirnya, aku hanya bisa menggapai kesimpulan payah, bahwa mungkin inilah sisi sakral dari pernikahan milik sodaraku. Sebelum resepsi pernikahan digelar pun, kesakralan sudah sangat kental terasa, ibarat susu full cream berlogo bendera yang full kentalnya benar-benar full, tanpa larutan encer sedikitpun. Tetapi lewat kisah ini aku jadi menerawang, tentang kesakralan dalam pernikahanku sendiri suatu saat nanti. Akankah pernikahanku membuat orang juga berada di kondisi yang dilema seperti yang dirasakan olehku? Semoga TIDAK. Aku ingin berita pernikahanku benar-benar membawa berkah dan menjadi berita paling membahagiakan abad 21 bagi semua orang. CAM kan! XD
Yang jelas, untuk saudaraku, jikalau pernikahan kalian tidak seharmonis, seindah, serukun, dan tidak setara dengan pengorbanan yang aku berikan, akan aku bunuh kaliaaaaaan~! (-,-*) #justkidding.
...Selamat menempuh hidup baru, neng Dini dan Aa Budi...<3>
3>
Kenapa Oktober ini bisa menjadi sangat kelam? Satu hal yang pasti, itu karena berlangsungnya pernikahan sodara yang bertepatan dengan hari sekolahku. Bukan bukan, itu alasan kedua deng. Ya sudah biar aku utarakan apa yang menjadi alasan primernya!
Setelah asyik mendengarkan pa Ujang bercerita tentang konser musik yang akan dilancarkan di suatu sekolah, intuisi musik ku langsung mengirimkan impuls “ayo dev, dataaaaang...” ke otak kanan, sekalipun pelaksanaannya bertepatan dengan jadwal les, dan akan digelar hingga larut malam, aku tak peduli. Yang penting nonton konser, duduk manis sebelah Pa Ujang, komentar sana-sini, ngucapin selamat tanggal 24 (?), pulang, tidur, dan mimpi indah. Senangnya hati saat ibunda mengijinkan aku untuk menghadiri acara tersebut. Tapi naasnya... batang singkong invisible itu selalu jago nusuk, jleb! Aku disadarkan oleh ibunda bahwa Hari Rabu kami harus pergi ke desa Loskulalet di Pangalengan untuk mengahadiri pernikahan sodara kami pada esok harinya. Ibarat larutan dalam reaksi kimia, kenyataan ini bersifat 〖~OH〗^- yang berarti memiliki sifat basa atau pahit yang tidak terdefinisi (--,a) langsung eneg.
Dari sisi yang lain, saat itu aku sedang semangat sekali belajar dan PDKT sama pelajaran eksak. Barangkali inilah yang bisa disebut dengan semangat 45 karena rasanya seperti kerasukan semangat pahlawan angkatan ’45. Tapi apalah yang terjadi? Semangat juang ’45 yang baru mencuat beberapa titik ini langsung dihapus begitu saja dengan datangnya zona titik nadir semangat juang ’95. Alhasil dari reaksi semangat ’95 ini adalah... kesal. Semangatku langsung terkoyak, habis termakan si jabang bayi yang bahkan jabangnya belum dibuat (?)
Saking kesalnya karena merasa terpaksa, akupun curhat pada Pa Ujang mengenai kekesalanku. Apa yang dia katakan sangat singkat namun ada benarnya juga.
“Sabaar :) nikmatin aja :)”
Lalu aku melanjutkan curhat, bahwa aku kesal kuadrat. Bukan karena aku tidak suka datang kesana ataupun tidak ingin bersilaturahmi, tapi udangan yang datang dirasa kurang tepat. Apalagi ini pernikahan, event besar. Kalau aku memilih tidak hadir dan mengusungkan egoistisme, aku akan dicap tidak sopan dan tidak tau cara bersodara yang baik. Setelah 140 karakter di sms aku habiskan untuk Pa Ujang, balasan yang didapat sama singkatnya.
“Ga ada silaturahmi yang sia-sia :)”
Beuh. OK, aku ngalah deh... aku telan bulat-bulat semua orang yang tidak paham kebencianku dihadapkan pada situasi dimana munculnya dilema akut (bukan orangnya deng). Sementara itu, Ibu malah memberi intruksi padaku untuk segera menyiapkan baju ketika aku sedang membaca buku kimia, bab Sel Volta, karena akan menginap disana selama 3 hari 2 malam. Tambah rungsing lah moodku. Teringat pada semua tugas yang masih belum ku lunasi. PERSPEKTIF, OH PERSPEKTIF.... haruskah aku membawa penggaris 60 cm, alat tulis, dan karton ke sana untuk melanjutkan tugas perspektif? (-,-)
Pada akhirnya, aku hanya bisa menggapai kesimpulan payah, bahwa mungkin inilah sisi sakral dari pernikahan milik sodaraku. Sebelum resepsi pernikahan digelar pun, kesakralan sudah sangat kental terasa, ibarat susu full cream berlogo bendera yang full kentalnya benar-benar full, tanpa larutan encer sedikitpun. Tetapi lewat kisah ini aku jadi menerawang, tentang kesakralan dalam pernikahanku sendiri suatu saat nanti. Akankah pernikahanku membuat orang juga berada di kondisi yang dilema seperti yang dirasakan olehku? Semoga TIDAK. Aku ingin berita pernikahanku benar-benar membawa berkah dan menjadi berita paling membahagiakan abad 21 bagi semua orang. CAM kan! XD
Yang jelas, untuk saudaraku, jikalau pernikahan kalian tidak seharmonis, seindah, serukun, dan tidak setara dengan pengorbanan yang aku berikan, akan aku bunuh kaliaaaaaan~! (-,-*) #justkidding.
...Selamat menempuh hidup baru, neng Dini dan Aa Budi...<3>
3>
Sabtu, 24 Maret 2012
60th days.
I didn't know why I took this picture on Thursday, 22th of March.
Ow, that's because I felt the sky at that time looks very beautiful.
I thought that I wouldn't see that pattern anymore on next day.
But maybe, I just wanted to amuse my self.
Why?
You would go, hence I would lost so many time with you in ours 60th days.
But it doesn't matter so long as you came back here.
Hmm... Long journey to come home, I still day dreamed inside the common carrier.
I saw sky for the third times, then... One of my old wishes through my mind again.
I said you that I wanted to see the Aurora, didn't I?
I wasn't kidding when I said about that, I really wanted to go to south pole or north pole of Earth.
Just to see the Aurora, the most beautiful light..
the most colorful phenomenon..
I learned about Aurora at that time, about their meaning, their characteristics, their excess and their shortage, I adored them.
Night was coming, made me woke up from my dream.
I realized one thing..
I didn't need to bring my eyes to neither south pole nor north pole..
Do you know why?
Because I have had the Aurora's maker in my life.
Who painted all kind of color's life..
Who always drawn a different pattern of life in each time..
Who sketched dis-flat curve in my essence of life..
Thanks, for every steps which are chosen by you.
Thanks, for being my Aurora's maker.
Unlimited thanks for the only one, EFS :)
with love,
.DMP.
Want to know about Aurora?
KLIK! http://johannajessica.blogspot.com/2011/04/aurora.html
Ow, that's because I felt the sky at that time looks very beautiful.
I thought that I wouldn't see that pattern anymore on next day.
But maybe, I just wanted to amuse my self.
Why?
You would go, hence I would lost so many time with you in ours 60th days.
But it doesn't matter so long as you came back here.
Hmm... Long journey to come home, I still day dreamed inside the common carrier.
I saw sky for the third times, then... One of my old wishes through my mind again.
I said you that I wanted to see the Aurora, didn't I?
I wasn't kidding when I said about that, I really wanted to go to south pole or north pole of Earth.
Just to see the Aurora, the most beautiful light..
the most colorful phenomenon..
I learned about Aurora at that time, about their meaning, their characteristics, their excess and their shortage, I adored them.
Night was coming, made me woke up from my dream.
I realized one thing..
I didn't need to bring my eyes to neither south pole nor north pole..
Do you know why?
Because I have had the Aurora's maker in my life.
Who painted all kind of color's life..
Who always drawn a different pattern of life in each time..
Who sketched dis-flat curve in my essence of life..
Thanks, for every steps which are chosen by you.
Thanks, for being my Aurora's maker.
Unlimited thanks for the only one, EFS :)
with love,
.DMP.
Want to know about Aurora?
KLIK! http://johannajessica.blogspot.com/2011/04/aurora.html
Sabtu, 10 Maret 2012
1st sweetest day with...
Kemarin tercatat dalam buku sejarah hidup aku sebuah perang, tapi sekarang tercatat sebuah sweet memory :) Pa Uz berhasil naburin bubuk-bubuk gula pasir dalam alur hidup aku hari ini sampai2 orang yang pingin ngelahap hari ini tuh yang dirasain kebanyakan manis :D tapi biar ga giung *apaantuhgiung??-,-, Pa Uz dengan sangat cakap menutup hari ini dengan sepotong coklat pahit, walaupun pahit tapi yang namanya coklat aku tetep suka haha :D #cukup pembukaannya. Enjoy to read aja ya :bd
"Eehh aku udah di depan Hayumart", begitulah isi pesan singkat yang dikirim oleh Pa Uz.
Dengan gaya alis terangkat dikit, mata melotot, mulut nganga kaya liat cacing bugil, aku langsung ngesms temen aku yang mau ikutan main ke BIIIIP~ karena Pa Uz datang 2 jam lebih awal. aku terharuuuu karena pengargaannya terhadap waktu dari detik ke detik (ga tau deng, kayanya sih ada modus lain kenapa dia datang pagi banget haha). Hmmm coba kita next... next... teruuuuus next....... yaaa terus di depan masih ada belokan baaang, next.... nah di sini bang. Cargo: Rp.30.000,- #bletak!
Turun dari angkot, aku dan teh Ilda perlahan jalan ke depan Hayumart buat mastiin keberadaan dari duo Raja yang baru nge-release single baru dengan judul "Teman Tapi Hombreng" itu. Setelah ngeliat mereka, aku reflek cekikikan, kayanya ketoel penghuni "tak terlihat" yang lagi mangkal di situuuu (engga ding). Dan dengan keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka kita pun cepet2 nyari angkot buat mencampakan si petugas Hayumart yang ketitipan tasnya Pa Uz.
Sebelum sampai di tempat tujuan, kita mampir dulu ke sebuah sekolah karena panggilan alam dari Pa Uz, tepatnya SMP yang menjadi almamaternya Pa Uz. Dan kamu tau apa? Begitu aku masuk gerbang dan ngeliat tamannya, eeeeeeh..... ga sengaja aku jatuh maaaan! Jatuh cinta sama tamannya gitu maksudnya hehehe #geje. Karena merasa aku udah dikenalin sama sekolahnya Pa Uz, aku jadi pingin ngexplore tempat itu. kita pun jalan ke lantai 1 sampai lantai 3, membuka kembali lembaran lama tentang sekolah yang dulu pernah deket banget sama Pa Uz, flash back tentang ukiran dari pensil yang membentuk huruf N ♥ E (N untuk Najmaaaaaaa, oh bukan ya? :D) di pojok tangga menuju perpus . Karena takut aku ga bisa ke sana lagi, Pa Uz dan aku pingin buat ukiran baru, ukiran D ♥ E dan E ♥ D yang hasilnya harus permanen. Ajaibnya, Pa Uz nemuin pulpen yang kayanya udah ga kesentuh selama beberapa dekade. akhirnya rencana pun dijalankan dengan sangat baik (harusnya ukirannya di foto tadi! T_T)
Petualangan belum berakhir, kita berempat melesat ke BIIIIP~ dengan lari-lari kecil gaya Shafa dan Marwah karena ga nemuin angkot biru, ngelewatin pohon2 yang diameternya hampir 1 meter, nyebrang sana nyebrang sini. (aku dapet kertas promosi dari Pa Uz yang dirobek2 jadi bentuk hati :p) hahaha. Ga kerasa ternyata kita udah nyampe di mall tersebut. Tujuan kita yang paling utama adalah memfungsikan kerja mata secara penuh (nonton nonton), jadi kita mendatangi si Bioskop buat survey penayangan film, dan..... Jleb... bioskopnya masih tiduuuuuuur! dasar Bioskop kebluk! >_
Kita pun jadinya kelayaban kemana2, ke timezone, ke toko buku, ke Blitz anime. Karena mulai gusar nungguin bioskop yang ga bangun2, aku sama Pa Uz coba main wahana yang ada di timezone, salah satunya wahana DDR, wahana yang siap diinjak2 harga dirinya sama sepatu kita hahaha >:D #ketawajahat. Sepuasnya nginjek harga diri wahana DDR, kita melesat ke Bioskop, singkat cerita karena ga ada film yang dapat memicu adrenalin, kita milih film yang judulnya HUGO. Nonton lah kita di teater 1, tapi naasnya Teteh Ilda ketiduran di pundaknya Aa Ial karena ngantuk plus nonton film yang alurnya rada ngeblur hahahahaa ampuuuun teh, damai ^^v
"Apa?"
"Hmm? engga..."
Ga taunya ditengah2 pemutaran film...
Tenonononeng nononeng.... Tenonononeng nononeng....
Ringtone HP nya Pa Uz bunyi, lupa ga di silent boooo! paniklah Pa uz, aku juga panik dengan cara ngikik, tapi Pa Uz langsung bereaksi dgn cara niruin suara ular yang lagi ngelewat di kolong kursi.
"Sssssssuuuuttttt, jgn ketawaaa", bisik Pa Uz.
Aku masih ngikik, kali ini ngikik dengan bisu. Keadaan pun mulai tenang, sampai akhirnya anak2 ingusan di belakang bioskop pada ikutan ngikik2 ga jelas, ga tau ngikik karena apa tapi itu sedikit annoying (gw lempar juga idung mereka pake popcorn lama2).
Pukul 15.15, film HUGO tamat dengan happy ending, ga ada yang terlalu menguras emosi karena kematian tokoh utama, perceraian antar suami istri, ataupun suara tembakan2 shootgun yang pelurunya nembus kepala kaya nembus buah apel. Kita pun keluar dari teater, awalnya mau pergi ke CCF sebentar, tapi karena perut aku demo besar2ran , akhirnya aku minta makan ke Pa Uz.
"Pa Uuuuzzzz.... beri aku makan Pa Uuuuzzzz......", gaya zombie kena ayan.
Kita pun makan di KFC yang notabene selalu penuh pengunjung. Dan suguhan coklat pahit mulai dilancarkan oleh Pa Uz. Selesai makan, Pa Uz tiba-tiba ngomong...
"Duh, perasaan aku kenapa jadi ga enak gini..", ucap Pa Uz, galau.
Bah? aku pun bingung harus berperan kaya gimana biar fungsi aku pas di keadaan seperti ini. Akhirnya aku cuma nanya, "Ga enak kenapa?", dan dijawab juga dengan kalimat singkat menggantung, "Ga tau...", sesekali aku coba hibur dan memotivasi Pa Uz, tapi percuma kayanya. Aku pun milih diem, menghibur Pa Uz dalam hati.
Pulangnya, aku tambah dieeeeem. Di angkot cuma suara Teteh Ilda dan Aa Ial aja yang membahana. Aku sama Pa Uz sibuk masing2. aku ngelamun, dia smsan. Aku maling muka, dia maling kepala tetangga (looooh salaaaah). Aku ngomong sama dia, dia ngomong sama Aa Ial. Weeeit? Iyaaaa beneraaaaaan, sepanjang jalan dia galau tingkat dewaaaaaaa dgn cara ngoceh ke Aa ial karena sesuatu yang berhubungan dengan orang satu atap. Aku yang lihat fenomena ini pusing, nyoba membaca situasi tapi nihil karena situasi abstrak, ga bisa gw baca karena ga ada tulisan apa2 di jidat Pa Uz, hehehe. Aku ajak ngomong ke sini, dia ngomong ke sanaaaaa, nyambung sih sekali2, tapi itu ga bikin suasana hati Pa uz membaik. Terus? aku SKAK, ga bisa ngelakuin apa2. Haruskah gw transgender dulu jadi cowo supaya bisa bantu Pa Uz kaya A Ial?? uoooooo ambiguuuuu....... :O
Ocehan Pa Uz sudah sampai pada klimaks karena kemacetan yang sangat membunuh ketenangan secara perlahan. Dengan tekad kuat, Pa Uz dan A Ial pun turun dari angkot sambil kelabakan.
"Dadah....", penutup terakhir.
Kerennya, sehabis ngambil kembalian dari supir, Pa Uz dan A ial langsung lari kaya lagi audisi lomba marathon, melesat nembus angiiiiiiin, dan mereka berlalu..........
Selepas mereka pergi, aku kembali merenungi sejenak. Dieeeem, terbawa pikiran sendiri (teteh Ilda maaf pisan aku ga ngajak ngobrol sama sekaliiiii haha :D), coklat pahit pemberian Pa uz sudah aku telan bulat2 :). Tapi perlu diketahui, kejadian hari ini sama sekali ga bikin aku jadi illfeel atau ga suka, ga sama sekali. Tapi aku jadi makin penasaran, sebenarnya bagaimanakah kehidupan dan dunia Pa Uz yang menurutku sulit untuk ditembus itu? Banyak tanya, sedikit jawaban. Ternyata, masih banyak potongan2 puzzle tentang kamu yang harus aku kumpulin supaya aku tau sejarah penuh dari seorang Pa Uzang :)
Tetap semangat, Idre Nazauf ;)
gula pasir tambah coklat pahit adalah kombinasi yang paling enak dalam hidup, thanks ♥
"Eehh aku udah di depan Hayumart", begitulah isi pesan singkat yang dikirim oleh Pa Uz.
Dengan gaya alis terangkat dikit, mata melotot, mulut nganga kaya liat cacing bugil, aku langsung ngesms temen aku yang mau ikutan main ke BIIIIP~ karena Pa Uz datang 2 jam lebih awal. aku terharuuuu karena pengargaannya terhadap waktu dari detik ke detik (ga tau deng, kayanya sih ada modus lain kenapa dia datang pagi banget haha). Hmmm coba kita next... next... teruuuuus next....... yaaa terus di depan masih ada belokan baaang, next.... nah di sini bang. Cargo: Rp.30.000,- #bletak!
Turun dari angkot, aku dan teh Ilda perlahan jalan ke depan Hayumart buat mastiin keberadaan dari duo Raja yang baru nge-release single baru dengan judul "Teman Tapi Hombreng" itu. Setelah ngeliat mereka, aku reflek cekikikan, kayanya ketoel penghuni "tak terlihat" yang lagi mangkal di situuuu (engga ding). Dan dengan keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka kita pun cepet2 nyari angkot buat mencampakan si petugas Hayumart yang ketitipan tasnya Pa Uz.
Sebelum sampai di tempat tujuan, kita mampir dulu ke sebuah sekolah karena panggilan alam dari Pa Uz, tepatnya SMP yang menjadi almamaternya Pa Uz. Dan kamu tau apa? Begitu aku masuk gerbang dan ngeliat tamannya, eeeeeeh..... ga sengaja aku jatuh maaaan! Jatuh cinta sama tamannya gitu maksudnya hehehe #geje. Karena merasa aku udah dikenalin sama sekolahnya Pa Uz, aku jadi pingin ngexplore tempat itu. kita pun jalan ke lantai 1 sampai lantai 3, membuka kembali lembaran lama tentang sekolah yang dulu pernah deket banget sama Pa Uz, flash back tentang ukiran dari pensil yang membentuk huruf N ♥ E (N untuk Najmaaaaaaa, oh bukan ya? :D) di pojok tangga menuju perpus . Karena takut aku ga bisa ke sana lagi, Pa Uz dan aku pingin buat ukiran baru, ukiran D ♥ E dan E ♥ D yang hasilnya harus permanen. Ajaibnya, Pa Uz nemuin pulpen yang kayanya udah ga kesentuh selama beberapa dekade. akhirnya rencana pun dijalankan dengan sangat baik (harusnya ukirannya di foto tadi! T_T)
Petualangan belum berakhir, kita berempat melesat ke BIIIIP~ dengan lari-lari kecil gaya Shafa dan Marwah karena ga nemuin angkot biru, ngelewatin pohon2 yang diameternya hampir 1 meter, nyebrang sana nyebrang sini. (aku dapet kertas promosi dari Pa Uz yang dirobek2 jadi bentuk hati :p) hahaha. Ga kerasa ternyata kita udah nyampe di mall tersebut. Tujuan kita yang paling utama adalah memfungsikan kerja mata secara penuh (nonton nonton), jadi kita mendatangi si Bioskop buat survey penayangan film, dan..... Jleb... bioskopnya masih tiduuuuuuur! dasar Bioskop kebluk! >_
Kita pun jadinya kelayaban kemana2, ke timezone, ke toko buku, ke Blitz anime. Karena mulai gusar nungguin bioskop yang ga bangun2, aku sama Pa Uz coba main wahana yang ada di timezone, salah satunya wahana DDR, wahana yang siap diinjak2 harga dirinya sama sepatu kita hahaha >:D #ketawajahat. Sepuasnya nginjek harga diri wahana DDR, kita melesat ke Bioskop, singkat cerita karena ga ada film yang dapat memicu adrenalin, kita milih film yang judulnya HUGO. Nonton lah kita di teater 1, tapi naasnya Teteh Ilda ketiduran di pundaknya Aa Ial karena ngantuk plus nonton film yang alurnya rada ngeblur hahahahaa ampuuuun teh, damai ^^v
"Apa?"
"Hmm? engga..."
Ga taunya ditengah2 pemutaran film...
Tenonononeng nononeng.... Tenonononeng nononeng....
Ringtone HP nya Pa Uz bunyi, lupa ga di silent boooo! paniklah Pa uz, aku juga panik dengan cara ngikik, tapi Pa Uz langsung bereaksi dgn cara niruin suara ular yang lagi ngelewat di kolong kursi.
"Sssssssuuuuttttt, jgn ketawaaa", bisik Pa Uz.
Aku masih ngikik, kali ini ngikik dengan bisu. Keadaan pun mulai tenang, sampai akhirnya anak2 ingusan di belakang bioskop pada ikutan ngikik2 ga jelas, ga tau ngikik karena apa tapi itu sedikit annoying (gw lempar juga idung mereka pake popcorn lama2).
Pukul 15.15, film HUGO tamat dengan happy ending, ga ada yang terlalu menguras emosi karena kematian tokoh utama, perceraian antar suami istri, ataupun suara tembakan2 shootgun yang pelurunya nembus kepala kaya nembus buah apel. Kita pun keluar dari teater, awalnya mau pergi ke CCF sebentar, tapi karena perut aku demo besar2ran , akhirnya aku minta makan ke Pa Uz.
"Pa Uuuuzzzz.... beri aku makan Pa Uuuuzzzz......", gaya zombie kena ayan.
Kita pun makan di KFC yang notabene selalu penuh pengunjung. Dan suguhan coklat pahit mulai dilancarkan oleh Pa Uz. Selesai makan, Pa Uz tiba-tiba ngomong...
"Duh, perasaan aku kenapa jadi ga enak gini..", ucap Pa Uz, galau.
Bah? aku pun bingung harus berperan kaya gimana biar fungsi aku pas di keadaan seperti ini. Akhirnya aku cuma nanya, "Ga enak kenapa?", dan dijawab juga dengan kalimat singkat menggantung, "Ga tau...", sesekali aku coba hibur dan memotivasi Pa Uz, tapi percuma kayanya. Aku pun milih diem, menghibur Pa Uz dalam hati.
Pulangnya, aku tambah dieeeeem. Di angkot cuma suara Teteh Ilda dan Aa Ial aja yang membahana. Aku sama Pa Uz sibuk masing2. aku ngelamun, dia smsan. Aku maling muka, dia maling kepala tetangga (looooh salaaaah). Aku ngomong sama dia, dia ngomong sama Aa Ial. Weeeit? Iyaaaa beneraaaaaan, sepanjang jalan dia galau tingkat dewaaaaaaa dgn cara ngoceh ke Aa ial karena sesuatu yang berhubungan dengan orang satu atap. Aku yang lihat fenomena ini pusing, nyoba membaca situasi tapi nihil karena situasi abstrak, ga bisa gw baca karena ga ada tulisan apa2 di jidat Pa Uz, hehehe. Aku ajak ngomong ke sini, dia ngomong ke sanaaaaa, nyambung sih sekali2, tapi itu ga bikin suasana hati Pa uz membaik. Terus? aku SKAK, ga bisa ngelakuin apa2. Haruskah gw transgender dulu jadi cowo supaya bisa bantu Pa Uz kaya A Ial?? uoooooo ambiguuuuu....... :O
Ocehan Pa Uz sudah sampai pada klimaks karena kemacetan yang sangat membunuh ketenangan secara perlahan. Dengan tekad kuat, Pa Uz dan A Ial pun turun dari angkot sambil kelabakan.
"Dadah....", penutup terakhir.
Kerennya, sehabis ngambil kembalian dari supir, Pa Uz dan A ial langsung lari kaya lagi audisi lomba marathon, melesat nembus angiiiiiiin, dan mereka berlalu..........
Selepas mereka pergi, aku kembali merenungi sejenak. Dieeeem, terbawa pikiran sendiri (teteh Ilda maaf pisan aku ga ngajak ngobrol sama sekaliiiii haha :D), coklat pahit pemberian Pa uz sudah aku telan bulat2 :). Tapi perlu diketahui, kejadian hari ini sama sekali ga bikin aku jadi illfeel atau ga suka, ga sama sekali. Tapi aku jadi makin penasaran, sebenarnya bagaimanakah kehidupan dan dunia Pa Uz yang menurutku sulit untuk ditembus itu? Banyak tanya, sedikit jawaban. Ternyata, masih banyak potongan2 puzzle tentang kamu yang harus aku kumpulin supaya aku tau sejarah penuh dari seorang Pa Uzang :)
Tetap semangat, Idre Nazauf ;)
gula pasir tambah coklat pahit adalah kombinasi yang paling enak dalam hidup, thanks ♥
Jumat, 09 Maret 2012
Peraaang gitu ya?
Begitu banyak perang yang tercatat dalam sejarah, tapi perang yang satu ini baru pertama kali tercatat dalam buku sejarah hidup saya. Bagi sebagian orang yang melihat dari sudut pandang ketiga, mungkin sejarah yang bakal diceritakan disini itu sangat Kafooster, tapi berbeda menurut sudut pandang pelaku pertama yang menganggap perang ini adalah perang yang luar biasa perlu untuk dicatat. Penasaran ga nih? kalau engga, langsung close laman ini, hussss pergiiiiii~
Perang yang dimaksud adalah perang melihat isi tas. Tapi entah mimpi apa semalam (kalau ga salah mimpi dibawa naik motor sama Pa Uz), tas akulah yang jadi target utama dalam episode perang kali ini. Padahal aku ga bawa barang2 penting di tas, tapi karena takutnya aku pikun gitu ya (maklum pelupa) ternyata nyimpen apaaa gitu dalam tas, jadi tiap Pa Uz nyoba meraih tas aku, dari jarak 30 cm pun aku udah riweuh duluan, teriak-teriak kaya orang yang mau disuntik vaksin anti alay.
Reka adegan:
Tangannya Pa Uz secara motorik hendak ngebuka sleting, sleting tas gw maksudnya -_-!
"Aaaaaaaaaggghrr jangaaaaan!!", aku teriak. ga tau berapa Hertz suara yang aku keluarin.
"Hehehehe", Pa Uz malah nyengir, tambah kepo ada benda apa di tas aku, dan malah ngelanjutin aksinya buat ngebuka sleting tas.
"Edriiiiiiii~ (>,<)a", aku langsung berusaha ngerebut tas aku, narik-narik lah, menangkis tangan dia lah (untung kuku aku lagi ga panjang jadi ga kecakar tangannya Pa Uz haha), nendang-nendang lah, nge-smack down lah (engga ding), eeeh Pa Uz malah ngelawan dengan cara bikin aku geli, sial sekaliiiiiii -,- saraf penerima rangsang aku harus punya tombol on-off suatu saat nanti..., Haruuusss!! :p
Pokoknya sangat habis-habisan, sampai aku nyaris dehidrasi karena ngeluarin air mata+keringat secara berbarengan, tapi untungnya aku punya cadangan air di punduk kaya unta -,- #DIES,abaikan.
Setelah kira-kira 67.890 detik perang rebutan tas itu berlalu, tas pun dicampakan karena Pa Uz dalam waktu singkat nemu korban baru, yaitu.... aduuuuuh itu dompet gueeeeeeeeeeeeeeee maaak! #tuing
Tidaaaaaak!! apa yang harus aku lakukan sekarang??? #hahaha udah kaya ada apaan aja itu di dompet, duit aja cuma Rp. 3.000.00o, itupun kurang (baca dengan teliti, di akhir nominal itu bukan angka nol ya -_-) Tapi karena aku orangnya ga lihai mengatur strategi menyerang secara gerilya, akhirnya secara terang2ngan aku teriak-teriak lagi, kali ini teriakan aku udah kaya orang yang mau dikasih obat penekan perkembangan virus alay.
Huaaaaa karena lawan aku adalah orang yang sudah ahli dalam gelut-menggelut, aku pun pasrah karena cape, cape teriak, cape otot, kram, kesemutan, kutu air, panu, kadas, dan kurap, pakai daktar*ngik #bodo --, Dengan kemenangannya, Pa Uz pun tanpa ba-bi-bu-ang-a-ir-be-sar langsung menjelajah isi dompet tersebut, untungnya dompet aku udah dicuci gudang jadi isinya ga terlalu menghasilkan reputasi dengan grafik turun, hehehe ^^v #teruskenapaluriweuhbangetmba?
euu... itu reaksi alami dari lactobacillus protectus dalam tubuh kayanya, ampuuuuun deeeeeh ^^/
hisakamiret kutnu irah ini, Irde Nazuaf ;)
Perang yang dimaksud adalah perang melihat isi tas. Tapi entah mimpi apa semalam (kalau ga salah mimpi dibawa naik motor sama Pa Uz), tas akulah yang jadi target utama dalam episode perang kali ini. Padahal aku ga bawa barang2 penting di tas, tapi karena takutnya aku pikun gitu ya (maklum pelupa) ternyata nyimpen apaaa gitu dalam tas, jadi tiap Pa Uz nyoba meraih tas aku, dari jarak 30 cm pun aku udah riweuh duluan, teriak-teriak kaya orang yang mau disuntik vaksin anti alay.
Reka adegan:
Tangannya Pa Uz secara motorik hendak ngebuka sleting, sleting tas gw maksudnya -_-!
"Aaaaaaaaaggghrr jangaaaaan!!", aku teriak. ga tau berapa Hertz suara yang aku keluarin.
"Hehehehe", Pa Uz malah nyengir, tambah kepo ada benda apa di tas aku, dan malah ngelanjutin aksinya buat ngebuka sleting tas.
"Edriiiiiiii~ (>,<)a", aku langsung berusaha ngerebut tas aku, narik-narik lah, menangkis tangan dia lah (untung kuku aku lagi ga panjang jadi ga kecakar tangannya Pa Uz haha), nendang-nendang lah, nge-smack down lah (engga ding), eeeh Pa Uz malah ngelawan dengan cara bikin aku geli, sial sekaliiiiiii -,- saraf penerima rangsang aku harus punya tombol on-off suatu saat nanti..., Haruuusss!! :p
Pokoknya sangat habis-habisan, sampai aku nyaris dehidrasi karena ngeluarin air mata+keringat secara berbarengan, tapi untungnya aku punya cadangan air di punduk kaya unta -,- #DIES,abaikan.
Setelah kira-kira 67.890 detik perang rebutan tas itu berlalu, tas pun dicampakan karena Pa Uz dalam waktu singkat nemu korban baru, yaitu.... aduuuuuh itu dompet gueeeeeeeeeeeeeeee maaak! #tuing
Tidaaaaaak!! apa yang harus aku lakukan sekarang??? #hahaha udah kaya ada apaan aja itu di dompet, duit aja cuma Rp. 3.000.00o, itupun kurang (baca dengan teliti, di akhir nominal itu bukan angka nol ya -_-) Tapi karena aku orangnya ga lihai mengatur strategi menyerang secara gerilya, akhirnya secara terang2ngan aku teriak-teriak lagi, kali ini teriakan aku udah kaya orang yang mau dikasih obat penekan perkembangan virus alay.
Huaaaaa karena lawan aku adalah orang yang sudah ahli dalam gelut-menggelut, aku pun pasrah karena cape, cape teriak, cape otot, kram, kesemutan, kutu air, panu, kadas, dan kurap, pakai daktar*ngik #bodo --, Dengan kemenangannya, Pa Uz pun tanpa ba-bi-bu-ang-a-ir-be-sar langsung menjelajah isi dompet tersebut, untungnya dompet aku udah dicuci gudang jadi isinya ga terlalu menghasilkan reputasi dengan grafik turun, hehehe ^^v #teruskenapaluriweuhbangetmba?
euu... itu reaksi alami dari lactobacillus protectus dalam tubuh kayanya, ampuuuuun deeeeeh ^^/
hisakamiret kutnu irah ini, Irde Nazuaf ;)
Rabu, 07 Maret 2012
Kesensitifitasan :O
"Aku ada tuuuh baju PMR di rumah, niatnya sih buat Rama", Ana berkata dengan nada yang tujuannya cukup jelas, yaitu menyindir. Kelas cukup kosong untuk menampung gema dari suara Ana.
Fedrika yang sedari tadi mencoba menghibur diri dengan mengobrol bersama teman-teman lain yang netral dan tidak tau duduk permasalahannya hanya bisa terdiam, berusaha terlihat 'tidak tahu apa-apa' walaupun ia sadar seratus persen apa maksud Ana berkata demikian.
Cukup, ga usah nyindir kaya gitu aku udah sangat sadar diri, wahai Ana...
Beberapa menit berlalu, Fedrika memang sedang berada di sekitar mereka, namun situasi yang dulu dia rasakan 2 tahun lalu kembali menyergap, situasi dimana dia merasa ingin mengasingkan diri karena terpaksa, tidak menjadi bagian dari mereka yang terkait, sendirian, terpojok, menarik diri... Akhirnya Fedrika memilih berbicara seperlunya dengan oknum-oknum satu organisasi tersebut.
"Sim, sekarang jadi kumpul GV ga?", tanya Fedrika pada Simon.
"Ah anak-anak yang lain juga pada OSIS Fed.", jawab Simon.
"Oo.. tapi kita tetep ngumpul ga?"
"Ga usah lah ga usah ngumpul, udah ga ada, udah bubar GV nya juga", Ana berkata tanpa diundang.
"....."
"Maneh yang ga ada Na. Kayanya engga deh Fed... tapi terserah sih kalau mau ngumpul mah hayu aja", jawab Simon.
Menggantung. Fedrika pun sontak memisahkan diri dari kubu itu.
Tuh kan nyindir lagi, aku harus ngapain sih Na supaya kamu sadar aku udah ngerti maksud dari semua yang kamu caprukin??? Aku harus ngapain? haaaa??
Semakin sering Ana menunjukan kekecewaannya terhadap organisasi yang diketuai oleh Fedrika, semakin Fedrika tergencet, semakin sedih, semakin tertekan, semakin stres, pusing, dan semakin menyalahkan diri sendiri.
Maaf, iyaaaa aku yang salah dari awal ga ngingetin kamu dan mate-mu supaya lebih serius lagi kalau latihan. maafin aku yang ga becus ngurusin anggotanya, maafin aku yang ga tegas, maafin aku yang bisa ngeliat orang marah+kecewa gara-gara aku, maafin aku yang ga cocok dipanggil ketua sama sekali. maaf....
Hari itu pun Fedrika lalui dengan topeng senyuman yang sangat disgusting, ketawa palsu yang digunakan sebagai trik untuk mengecoh si Ana. Mengecoh supaya Ana mengira kalau Fedrika baik-baik aja dan ga akan goyang walaupun disindir 1000x pun.
Detik-detik terakhir pulang sekolah, Fedrika pun menunggu Epau datang ke sekolah untuk pamit pulang dan meminta maaf karena tidak bisa menunggu Epau sampai jam istirahat. Tapi ditunggu-tunggu, eeeh Epau ga muncul juga, setelah bel masuk baru Epau datang.
Fedrika melambaikan tangan diiringi senyum palsu.
"Heiiii"
Epau mendekat.
"Epauuuu maaf aku ga bisa nungguin sampai kamu istirahat"
"Gapapa, emang kamu mau kemana? Les ya?", tanya Epau sambil celingukan, panik takut guru sudah menjelma di kelasnya.
"Iyaaaa.... ga deng sebenernya lesnya malem hehehe..."
"Oh iya gapapa...", Epau pun berlalu.
Fedrika secara spontan langsung mengajak teman-teman netralnya untuk pulang, dan di sinilah Fedrika sekarang, di depan komputer merenungi apa yang akan terjadi besok...
Fedrika yang sedari tadi mencoba menghibur diri dengan mengobrol bersama teman-teman lain yang netral dan tidak tau duduk permasalahannya hanya bisa terdiam, berusaha terlihat 'tidak tahu apa-apa' walaupun ia sadar seratus persen apa maksud Ana berkata demikian.
Cukup, ga usah nyindir kaya gitu aku udah sangat sadar diri, wahai Ana...
Beberapa menit berlalu, Fedrika memang sedang berada di sekitar mereka, namun situasi yang dulu dia rasakan 2 tahun lalu kembali menyergap, situasi dimana dia merasa ingin mengasingkan diri karena terpaksa, tidak menjadi bagian dari mereka yang terkait, sendirian, terpojok, menarik diri... Akhirnya Fedrika memilih berbicara seperlunya dengan oknum-oknum satu organisasi tersebut.
"Sim, sekarang jadi kumpul GV ga?", tanya Fedrika pada Simon.
"Ah anak-anak yang lain juga pada OSIS Fed.", jawab Simon.
"Oo.. tapi kita tetep ngumpul ga?"
"Ga usah lah ga usah ngumpul, udah ga ada, udah bubar GV nya juga", Ana berkata tanpa diundang.
"....."
"Maneh yang ga ada Na. Kayanya engga deh Fed... tapi terserah sih kalau mau ngumpul mah hayu aja", jawab Simon.
Menggantung. Fedrika pun sontak memisahkan diri dari kubu itu.
Tuh kan nyindir lagi, aku harus ngapain sih Na supaya kamu sadar aku udah ngerti maksud dari semua yang kamu caprukin??? Aku harus ngapain? haaaa??
Semakin sering Ana menunjukan kekecewaannya terhadap organisasi yang diketuai oleh Fedrika, semakin Fedrika tergencet, semakin sedih, semakin tertekan, semakin stres, pusing, dan semakin menyalahkan diri sendiri.
Maaf, iyaaaa aku yang salah dari awal ga ngingetin kamu dan mate-mu supaya lebih serius lagi kalau latihan. maafin aku yang ga becus ngurusin anggotanya, maafin aku yang ga tegas, maafin aku yang bisa ngeliat orang marah+kecewa gara-gara aku, maafin aku yang ga cocok dipanggil ketua sama sekali. maaf....
Hari itu pun Fedrika lalui dengan topeng senyuman yang sangat disgusting, ketawa palsu yang digunakan sebagai trik untuk mengecoh si Ana. Mengecoh supaya Ana mengira kalau Fedrika baik-baik aja dan ga akan goyang walaupun disindir 1000x pun.
Detik-detik terakhir pulang sekolah, Fedrika pun menunggu Epau datang ke sekolah untuk pamit pulang dan meminta maaf karena tidak bisa menunggu Epau sampai jam istirahat. Tapi ditunggu-tunggu, eeeh Epau ga muncul juga, setelah bel masuk baru Epau datang.
Fedrika melambaikan tangan diiringi senyum palsu.
"Heiiii"
Epau mendekat.
"Epauuuu maaf aku ga bisa nungguin sampai kamu istirahat"
"Gapapa, emang kamu mau kemana? Les ya?", tanya Epau sambil celingukan, panik takut guru sudah menjelma di kelasnya.
"Iyaaaa.... ga deng sebenernya lesnya malem hehehe..."
"Oh iya gapapa...", Epau pun berlalu.
Fedrika secara spontan langsung mengajak teman-teman netralnya untuk pulang, dan di sinilah Fedrika sekarang, di depan komputer merenungi apa yang akan terjadi besok...
Selasa, 06 Maret 2012
PART 3, 10 mimpi yang berujung pada... (pada apa hayooo?)
5. Jadi koki (ikan koki kali??)
"Selamat pagi, nih aku masakin sarapan buat kamuuu, aku kan udah jadi koki terkenal sekarang", kata aku ke Pa Ujang setelah 10 tahun berlalu, naasnya Pa Ujang menatap ke makanan yang disodorin sama aku dengan muka abstrak (setengah bengong, bingung, ngajak gelut, dan kaya yang dikelikitik). Baaaah --, koki macam apa yang masak makanan gosong kaya tokoh "Karen" dalam game Harvestmoon back to nature PS1??!! hihihi aku ga bisa masaaaaak sueeeer, mimpi jadi koki adalah hal yang sangat out of logic, kecuali kalau jadi koki yang kerjanya di restoran penjual makanan hangus -,- eu... lupakan mimpi yang satu ini.
6. Jadi Pelukis
Hahahah kalau aku beneran jadi pelukis, aku bakal jadiin Pa Ujang model yang sangat ditonjolkan di semua lukisan yang aku buat, jadi yang paling menginspirasi deeeeh. Tiap aku lagi ngidam pingin ngelukis, aku tinggal suruh, "Pa Ujang, ayo bikin pose yang bagus dan jangan bergerak! aku mau ngelukis kamu hehehe". Udah beberapa jam berlalu, lukisan yang aku buat akhirnya jadi, tapi.... TADAAAAAA.... yang tampak di lukisannya cuma SILUET dari Pa Ujang aja, hitaaaaaaam..... duniaku hitaaaaaaaam............. hahahahaha #syarap
7. Jadi ahli Perbankan + Pengusaha
Mimpi yang kompleks. Yang kebayang adalah... Aku bawa-bawa ilmu tentang Perbankan, ilmunya aku karungin biar ga kabur kemana-mana (yang ada duitnya yang dikarungin!), tapi saking pinginnya jadi pengusaha lewat ilmu perbankan, akhirnya aku buka usaha sendiri di rumah, yaitu usaha "Penjualan Uang Receh". Usaha ini pasti sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda yang mayoritas butuh receh buat naik angkutan umum (maklum, anak muda sekarang dikasih duit gede mulu sama ortunya, minimal 50ribu), jadilah aku buka warung kecil-kecilan ini. Bersama dengan Pa Ujang, dibinalah usaha itu, sistemnya sama kaya warung pinggir jalan pada umumnya. kebayang tiap ada anak yang konsumen mau beli, "Buuu.... beliiiii, mau beli receeeeeh buuuuuu...." #huaaaaaa ngapung aja deeeeeeh
8. Jadi Astronot
Indahnya mempelajari ilmu astromoni. Tapi ngomongin astronomi, aku jadi inget tokoh kartun Astroboy. Tau lah Astroboy, yang iconnya itu kalau ga salah cuma pakai celana item pendek kaya underwear -,-v hee ini ga ada hubungannya sama mimpi aku deng. Intinya kalau aku suatu saat jadi astronot, aku mau terbang sama Pa Ujang ke planet Pluto yang sudah ditemukan lagi setelah 10 tahun menghilang, dan menemukan ilmu baru bahwa manusia bisa tinggal di planet yang imut-imut itu karena perkembangkan dari planet Pluto yang mencengangkan dunia ilmuan astronomi. Rincian tentang Pluto bisa dilihat di page ini lagi setelah 10 tahun ke depan ya :)
9. Jadi Motivator
Hmm... sosok motivator itu bawaannya tenang, kalem, anggun, cool, hangat, bersahabat, dan berwibawa. Coba kita bandingkan dengan karakteristik makhluk hidup yang bernama Devina ini, jiaaaaaaaa jauuuuh dari kata-kata yang disebutkan tadi. Udah mah riweuh, panikan, banyak ngomong, cerewet, hupir, ngidap penyakit 3S, stangtu mimpi ini akan sulit untuk digapai. Ibaratnya mimpi jadi motivator ini buah apel yang masih ngegantung di pohonnya (kira-kira tingginya 10 pangkat 14 meter lah), dan aku adalah semut yang pingin makan buah apel itu, pakai taraje tertinggi di dunia semut buat naikin itu pohon pun ga bakal ke sampean -,- Jadi maaf untuk Pa Ujang yang dari sekarang suka kena motivasi berkelanjutan dari aku :p hehehe
10. Jadi Novelis
Apa?? aku yakin seratus persen, orang-orang yang sekarang udah jadi novelis ga ada yang pernah kena syndrom alaaay sebelumnyaaaaaa~! (Pa Ujang, jangan nunjukin senyum yang mojokiiiiin setelah baca ini XP), tapi sealay-alaynya aku dulu dalam gaya tulis-menulis, tapi pernah loh aku mimpi buat bikin novel kaya Ken Terate dan Andrea Hirata :D tapi versi alaynya -,- aku ceritain semua tentang kisah hidup aku, dari awal lahir... TK... SD.... SMP...SMA, terus prestasi-prestasi yang pernah aku capai, cerita tentang orang-orang yang sangat full of meaning dalam hidup aku... wait, kayanya itu mah autobiografi deh namanya -,- #euuuuuh bubar bubaaaaaaarrrrrr...
Huehehehe sengaja aku rubah jadi 10, takutnya 3 mimpi lagi terlalu aneh atau gimanaaaaa gitu yaaaaa :D hmm dari mimpi-mimpi aku cuma bisa ditarik kesimpulaaaan, kalau ternyata setiap mimpi yang aku pikirkan sekarang adalah selalu berujung pada........ tokoh yang bernama Pa Ujang. hahahaha semua mimpi yang aku ketik di sini sifatnya fiksi, kecuali mimpi tentang life with Pa Ujang hmmmm ah..... #abaikan
"Selamat pagi, nih aku masakin sarapan buat kamuuu, aku kan udah jadi koki terkenal sekarang", kata aku ke Pa Ujang setelah 10 tahun berlalu, naasnya Pa Ujang menatap ke makanan yang disodorin sama aku dengan muka abstrak (setengah bengong, bingung, ngajak gelut, dan kaya yang dikelikitik). Baaaah --, koki macam apa yang masak makanan gosong kaya tokoh "Karen" dalam game Harvestmoon back to nature PS1??!! hihihi aku ga bisa masaaaaak sueeeer, mimpi jadi koki adalah hal yang sangat out of logic, kecuali kalau jadi koki yang kerjanya di restoran penjual makanan hangus -,- eu... lupakan mimpi yang satu ini.
6. Jadi Pelukis
Hahahah kalau aku beneran jadi pelukis, aku bakal jadiin Pa Ujang model yang sangat ditonjolkan di semua lukisan yang aku buat, jadi yang paling menginspirasi deeeeh. Tiap aku lagi ngidam pingin ngelukis, aku tinggal suruh, "Pa Ujang, ayo bikin pose yang bagus dan jangan bergerak! aku mau ngelukis kamu hehehe". Udah beberapa jam berlalu, lukisan yang aku buat akhirnya jadi, tapi.... TADAAAAAA.... yang tampak di lukisannya cuma SILUET dari Pa Ujang aja, hitaaaaaaam..... duniaku hitaaaaaaaam............. hahahahaha #syarap
7. Jadi ahli Perbankan + Pengusaha
Mimpi yang kompleks. Yang kebayang adalah... Aku bawa-bawa ilmu tentang Perbankan, ilmunya aku karungin biar ga kabur kemana-mana (yang ada duitnya yang dikarungin!), tapi saking pinginnya jadi pengusaha lewat ilmu perbankan, akhirnya aku buka usaha sendiri di rumah, yaitu usaha "Penjualan Uang Receh". Usaha ini pasti sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda yang mayoritas butuh receh buat naik angkutan umum (maklum, anak muda sekarang dikasih duit gede mulu sama ortunya, minimal 50ribu), jadilah aku buka warung kecil-kecilan ini. Bersama dengan Pa Ujang, dibinalah usaha itu, sistemnya sama kaya warung pinggir jalan pada umumnya. kebayang tiap ada anak yang konsumen mau beli, "Buuu.... beliiiii, mau beli receeeeeh buuuuuu...." #huaaaaaa ngapung aja deeeeeeh
8. Jadi Astronot
Indahnya mempelajari ilmu astromoni. Tapi ngomongin astronomi, aku jadi inget tokoh kartun Astroboy. Tau lah Astroboy, yang iconnya itu kalau ga salah cuma pakai celana item pendek kaya underwear -,-v hee ini ga ada hubungannya sama mimpi aku deng. Intinya kalau aku suatu saat jadi astronot, aku mau terbang sama Pa Ujang ke planet Pluto yang sudah ditemukan lagi setelah 10 tahun menghilang, dan menemukan ilmu baru bahwa manusia bisa tinggal di planet yang imut-imut itu karena perkembangkan dari planet Pluto yang mencengangkan dunia ilmuan astronomi. Rincian tentang Pluto bisa dilihat di page ini lagi setelah 10 tahun ke depan ya :)
9. Jadi Motivator
Hmm... sosok motivator itu bawaannya tenang, kalem, anggun, cool, hangat, bersahabat, dan berwibawa. Coba kita bandingkan dengan karakteristik makhluk hidup yang bernama Devina ini, jiaaaaaaaa jauuuuh dari kata-kata yang disebutkan tadi. Udah mah riweuh, panikan, banyak ngomong, cerewet, hupir, ngidap penyakit 3S, stangtu mimpi ini akan sulit untuk digapai. Ibaratnya mimpi jadi motivator ini buah apel yang masih ngegantung di pohonnya (kira-kira tingginya 10 pangkat 14 meter lah), dan aku adalah semut yang pingin makan buah apel itu, pakai taraje tertinggi di dunia semut buat naikin itu pohon pun ga bakal ke sampean -,- Jadi maaf untuk Pa Ujang yang dari sekarang suka kena motivasi berkelanjutan dari aku :p hehehe
10. Jadi Novelis
Apa?? aku yakin seratus persen, orang-orang yang sekarang udah jadi novelis ga ada yang pernah kena syndrom alaaay sebelumnyaaaaaa~! (Pa Ujang, jangan nunjukin senyum yang mojokiiiiin setelah baca ini XP), tapi sealay-alaynya aku dulu dalam gaya tulis-menulis, tapi pernah loh aku mimpi buat bikin novel kaya Ken Terate dan Andrea Hirata :D tapi versi alaynya -,- aku ceritain semua tentang kisah hidup aku, dari awal lahir... TK... SD.... SMP...SMA, terus prestasi-prestasi yang pernah aku capai, cerita tentang orang-orang yang sangat full of meaning dalam hidup aku... wait, kayanya itu mah autobiografi deh namanya -,- #euuuuuh bubar bubaaaaaaarrrrrr...
Huehehehe sengaja aku rubah jadi 10, takutnya 3 mimpi lagi terlalu aneh atau gimanaaaaa gitu yaaaaa :D hmm dari mimpi-mimpi aku cuma bisa ditarik kesimpulaaaan, kalau ternyata setiap mimpi yang aku pikirkan sekarang adalah selalu berujung pada........ tokoh yang bernama Pa Ujang. hahahaha semua mimpi yang aku ketik di sini sifatnya fiksi, kecuali mimpi tentang life with Pa Ujang hmmmm ah..... #abaikan
Sabtu, 03 Maret 2012
PART 2, 10 mimpi yang berujung pada... (pada apa hayooo?)
3. Jadi Filsuf sejati
"Orang yang bisa membuat filosofi itu adalah orang yang cerdas", guru les aku pernah berkata demikian. Pingin laaah aku jadi orang cerdaaas, dan akhirnya aku pun bermimpi suatu saat akan membuat filosofi dari semua kata benda yang sekiranya bisa aku jadiin filosofi hidup, cinta, atau apalaaah itu. terus kalimat2 filosofi itu aku bukukan, kira-kira banyaknya halaman di buku itu mencapai 2 rim, dan in the end itu buku bakal aku kasihin ke Pa uzang sebagai hadiah anniversarry pernikahan yang ke 50 tahun hahahhaha >:D #planktonketawa
4. Jadi Psikolog Pembaca kepribadian
Betapa kerennya aku kalau bisa membaca pikiran orang lain lewat wajah mereka. Psikolog yang terlatih pasti membaca kepribadian orang lewat bentuk hidung, mulut, mata, atau kerutan wajah. Beda dengan akuuuu, psikolog jadi2an yang dengan canggihnya bisa membaca pikiran dan kepribadian orang lewat bentuk gigi, bulu hidung, ataupun bentuk upil. Tau lah yaaaa, upil itu adalah segumpal kotoran yang berhasil tersaring oleh lendir yang dihasilkan oleh kelenjar penghasil lendir dalam hidung tapi sudah mengalami reaksi pengsolidan sehingga wujudnya menjadi lebih padat. (OMIGOD, bulu hidung gw berdiri semuaaaaaa ngomogin upil~) hahhaaha syarap. Waspadalah Pa Uzang kalau2 upilmu aku teliti suatu hari nanti.... #JLEGEEEER!!
9 mimpi lagiiiii nanti ajaaaaa ah :D
"Orang yang bisa membuat filosofi itu adalah orang yang cerdas", guru les aku pernah berkata demikian. Pingin laaah aku jadi orang cerdaaas, dan akhirnya aku pun bermimpi suatu saat akan membuat filosofi dari semua kata benda yang sekiranya bisa aku jadiin filosofi hidup, cinta, atau apalaaah itu. terus kalimat2 filosofi itu aku bukukan, kira-kira banyaknya halaman di buku itu mencapai 2 rim, dan in the end itu buku bakal aku kasihin ke Pa uzang sebagai hadiah anniversarry pernikahan yang ke 50 tahun hahahhaha >:D #planktonketawa
4. Jadi Psikolog Pembaca kepribadian
Betapa kerennya aku kalau bisa membaca pikiran orang lain lewat wajah mereka. Psikolog yang terlatih pasti membaca kepribadian orang lewat bentuk hidung, mulut, mata, atau kerutan wajah. Beda dengan akuuuu, psikolog jadi2an yang dengan canggihnya bisa membaca pikiran dan kepribadian orang lewat bentuk gigi, bulu hidung, ataupun bentuk upil. Tau lah yaaaa, upil itu adalah segumpal kotoran yang berhasil tersaring oleh lendir yang dihasilkan oleh kelenjar penghasil lendir dalam hidung tapi sudah mengalami reaksi pengsolidan sehingga wujudnya menjadi lebih padat. (OMIGOD, bulu hidung gw berdiri semuaaaaaa ngomogin upil~) hahhaaha syarap. Waspadalah Pa Uzang kalau2 upilmu aku teliti suatu hari nanti.... #JLEGEEEER!!
9 mimpi lagiiiii nanti ajaaaaa ah :D
Kamis, 01 Maret 2012
10 mimpi yang berujung pada... (pada apa hayooo?)
Hahahaha... (nape lu?) hahahaha syndrom akut aku kambuuuuh, tamparin dong #PLAAAAK!! buset pipi aku jadi kaya kecoa kegencet gajah -,- openingnya error huahahaha #cape ah.
Dan akhirnya aku bisa olahraga jari lagi setelah sekian lama menempuh dimensi waktu yang tak terdefinisikan karena ga kerasanya waktu hidup di bumi, huaaaaaaaaa~ #inget kematian
Sesi kali ini, aku mau ngecaprukin mimpi-mimpi abstrak aku yang ternyata selalu berujung pada suatu titik, dimana titik itu adalah titik yang cerah, tapi secerah-cerah titik kalau cuma titik ya ga bakal kelihatan, itulah filosofi mimpi aku. berikut adalah uraian dari sigma mimpi devina:
1. Jadi Maestro, Musisi, Profesor di bidang musik, dan Seniwati
hahaha cita-cita nomor satunya aja udah beranak gini -,- mimpi ini membawa pikiran aku melayang ke 10 tahun mendatang, tatkala (inget bu oom) diriku dan dirinya benar-benar bersatu dan menciptakan suatu gebrakan di industri musik tanah air, misalnya lagu daerah "lengser wengi" dikolaborasikan dengan iringan grand pianonya Pa Uzang (ngaruksak beuuuuh), lalu kami pun menjadi terkenal karena dianggap menghasilkan suatu asimilasi musik yang gagal. hahahahah walaupun gagal yang penting ada Pa Uzang deh yaaaaaaaa~
2. Jadi Ilmuwan musik
Asik nih, ilmuwan yang jago musik. Langsung di next ke 10 tahun mendatang... terbersit di otak buat bikin eksperimen tentang paduan suara katak dan kodok dipinggir rumah yang cuma ngadain konser sesudah banyak genangan air, tentunya proudly observe with Pa Uzang (lagi).
Kebayang kalau nanti percakapannya kaya gini:
"Hey sayang, mengapa katak ini bernyanyi setelah turun hujan? Coba kau cari alasan yang paling ilmiah", Pa Uzang bertanya.
"Haaaaaa kau tidak tau? katak ini menunggu hujan karena setelah hujan turun, beribu jenis paramecium, amoeba, dan hewan yang tubuhnya bertipe prokariotik dan eukariotik akan berkumpul dalam genangan air tersebut hanya untuk mendengarkan katak-katak ini bernyanyi..."
Pa uzang: "Hmmm... kita cerai besok yuk!", dan titik cerah itupun langsung menghilang.
Bitaaaaaaaaan, 11 mimpi lagi dilanjut kapan-kapan :D
Dan akhirnya aku bisa olahraga jari lagi setelah sekian lama menempuh dimensi waktu yang tak terdefinisikan karena ga kerasanya waktu hidup di bumi, huaaaaaaaaa~ #inget kematian
Sesi kali ini, aku mau ngecaprukin mimpi-mimpi abstrak aku yang ternyata selalu berujung pada suatu titik, dimana titik itu adalah titik yang cerah, tapi secerah-cerah titik kalau cuma titik ya ga bakal kelihatan, itulah filosofi mimpi aku. berikut adalah uraian dari sigma mimpi devina:
1. Jadi Maestro, Musisi, Profesor di bidang musik, dan Seniwati
hahaha cita-cita nomor satunya aja udah beranak gini -,- mimpi ini membawa pikiran aku melayang ke 10 tahun mendatang, tatkala (inget bu oom) diriku dan dirinya benar-benar bersatu dan menciptakan suatu gebrakan di industri musik tanah air, misalnya lagu daerah "lengser wengi" dikolaborasikan dengan iringan grand pianonya Pa Uzang (ngaruksak beuuuuh), lalu kami pun menjadi terkenal karena dianggap menghasilkan suatu asimilasi musik yang gagal. hahahahah walaupun gagal yang penting ada Pa Uzang deh yaaaaaaaa~
2. Jadi Ilmuwan musik
Asik nih, ilmuwan yang jago musik. Langsung di next ke 10 tahun mendatang... terbersit di otak buat bikin eksperimen tentang paduan suara katak dan kodok dipinggir rumah yang cuma ngadain konser sesudah banyak genangan air, tentunya proudly observe with Pa Uzang (lagi).
Kebayang kalau nanti percakapannya kaya gini:
"Hey sayang, mengapa katak ini bernyanyi setelah turun hujan? Coba kau cari alasan yang paling ilmiah", Pa Uzang bertanya.
"Haaaaaa kau tidak tau? katak ini menunggu hujan karena setelah hujan turun, beribu jenis paramecium, amoeba, dan hewan yang tubuhnya bertipe prokariotik dan eukariotik akan berkumpul dalam genangan air tersebut hanya untuk mendengarkan katak-katak ini bernyanyi..."
Pa uzang: "Hmmm... kita cerai besok yuk!", dan titik cerah itupun langsung menghilang.
Bitaaaaaaaaan, 11 mimpi lagi dilanjut kapan-kapan :D
Kamis, 10 November 2011
Belatung Loncat
Kutu Loncat? pasti udah sering denger.
Katak Lompat? juga udah ga aneh.
Pocong lompat? tabu tapi hangat diperbincangkan.
tapi kalau BELATUNG LOMPAT? ya ampun, kapan lagi coba orang awam kaya aku ngelihat fenomenal unik yang sedemikian :D> mau tau cerita lengkapnya? baca aja kalau ga pusing :p
Pagi itu aku lagi mau sarapan, biasalah kegiatan rutin sebelum berangkat sekolah. Aku nyiapin 1 porsi nasi dengan lauk pauknya, disini keadaan masih terkendali. tapi setelah aku duduk di meja makan dan ngeliat ke arah piring... kok ada yang gerak ya dipinggir piring... bentuknya panjang kaya sebutir nasi, warnanya juga putih, tapi.. loh loh loooooooh itu belatuuuuung >,< mata aku langsung ngirim impuls ke otak, terus otak ngirim ke tangan, tapi impuls yang dikirmkan oleh otak belum cukup kuat buat bikin tangan aku bergerak, alhasil naluri mata aku lebih kuat daripada si tangan, akhirnya aku pun nonton film gratis, judulnya "si belatung.
Eh pas lagi asik-asiknya nonton itu hewan, si hewan tiba-tiba ngelipet badan dia, 1 detik 2 detik 3 detik... tuiiiing! eeeeh tu belatung lompat dari piring dan mendarat dengan sempurna ke maja makan. buat ngitung jarak jangkauannya, boleh lahh ya pakai rumus benda yang akan bergerak pada bidang miring dengan koefisien lompat 90 derajat -,- *plak!
terus si belatung jalan dulu beberapa detik dan melakukan gerakan yang sama, lompat lagi! dan terus kaya gitu sampai dia mendarat di lantai. What an amazing belatung X( oh belum tau ya asal muasal dari belatungnya? ternyata dia datang dari tumbuhan yang memiliki harum yang khas, bentuknya bulat-bulat, dan biasa dijadikan istilah untuk bentuk kuku. perlu diperjelas? ga usah ah, rahasia keluarga dari suku sunda ini hehe
tapi ajaib, saking bingungnya sama film gratis tadi, aku masih bisa ngelanjutin sarapan di piring yang tadi dijadiin tempat parikir si belatung, PASTINYA TU BELATUNG GA KENA KE MAKANANNYA YAAA -,-", gue ga sejorok itu geelaaaaaa. sengganya, aku jadi tau kalau species belatung itu emang ada yang bergerak dengan cara melompat, dunia ini memang sempit bahkan untuk rute lompat seonggok belatung, #bdezig! ~_~
Katak Lompat? juga udah ga aneh.
Pocong lompat? tabu tapi hangat diperbincangkan.
tapi kalau BELATUNG LOMPAT? ya ampun, kapan lagi coba orang awam kaya aku ngelihat fenomenal unik yang sedemikian :D> mau tau cerita lengkapnya? baca aja kalau ga pusing :p
Pagi itu aku lagi mau sarapan, biasalah kegiatan rutin sebelum berangkat sekolah. Aku nyiapin 1 porsi nasi dengan lauk pauknya, disini keadaan masih terkendali. tapi setelah aku duduk di meja makan dan ngeliat ke arah piring... kok ada yang gerak ya dipinggir piring... bentuknya panjang kaya sebutir nasi, warnanya juga putih, tapi.. loh loh loooooooh itu belatuuuuung >,< mata aku langsung ngirim impuls ke otak, terus otak ngirim ke tangan, tapi impuls yang dikirmkan oleh otak belum cukup kuat buat bikin tangan aku bergerak, alhasil naluri mata aku lebih kuat daripada si tangan, akhirnya aku pun nonton film gratis, judulnya "si belatung.
Eh pas lagi asik-asiknya nonton itu hewan, si hewan tiba-tiba ngelipet badan dia, 1 detik 2 detik 3 detik... tuiiiing! eeeeh tu belatung lompat dari piring dan mendarat dengan sempurna ke maja makan. buat ngitung jarak jangkauannya, boleh lahh ya pakai rumus benda yang akan bergerak pada bidang miring dengan koefisien lompat 90 derajat -,- *plak!
terus si belatung jalan dulu beberapa detik dan melakukan gerakan yang sama, lompat lagi! dan terus kaya gitu sampai dia mendarat di lantai. What an amazing belatung X( oh belum tau ya asal muasal dari belatungnya? ternyata dia datang dari tumbuhan yang memiliki harum yang khas, bentuknya bulat-bulat, dan biasa dijadikan istilah untuk bentuk kuku. perlu diperjelas? ga usah ah, rahasia keluarga dari suku sunda ini hehe
tapi ajaib, saking bingungnya sama film gratis tadi, aku masih bisa ngelanjutin sarapan di piring yang tadi dijadiin tempat parikir si belatung, PASTINYA TU BELATUNG GA KENA KE MAKANANNYA YAAA -,-", gue ga sejorok itu geelaaaaaa. sengganya, aku jadi tau kalau species belatung itu emang ada yang bergerak dengan cara melompat, dunia ini memang sempit bahkan untuk rute lompat seonggok belatung, #bdezig! ~_~
Rabu, 02 November 2011
Cinta bertepuk sebelah kaki
Sudah bukan hal yang tabu lagi kalau remaja-remaja yang umurnya hampir produktif (berkisar antara 14-17 tahun) mengalami fase "puberty in progress", terutama bagi kaum hawa. Tapi perlu diketahui juga tidak semua kaum hawa bisa sukses dalam urusan ngeceng-mengeceng idolanya masing-masing. Lantas apa yang perlu dilakukan bila idola kita secara tegas menolak kehadiran kita dalam hidupnya?
Cukup dengan berkata, "Kau dan aku memang takkan pernah bisa menyatu... Soalnya kalau kita bersatu, berarti kita adalah reinkarnasi dari amoeba yang dulu pernah membelah dong", doeng!
Tapi itu lebih baik daripada terus meratapi nasib teracuhkan oleh idola sendiri. Berbeda halnya bila kita sudah menyukai seseorang, tapi hadir ke dalam hidup kita seseorang yang tidak kita sukai sama sekali. maka berdoalah untuk sang kecengan dalam hati:
"Aku hanya ingin kau berdoa, 'semoga kau tak bahagia dengannya' karena aku tau ada banyak kebahagiaan yang kau sembunyikan di balik do'a itu", doengkuadrat! hahaha :p
yah artikel ini hanya sebagai pencaprukan dari naluri sya untuk memotivasi orang yang tak terperhatikan oleh kecengannya, semoga motivasi-motivasi yang lainnya bisa lebih memotivasi anda untuk lebih geje dalam menghadapi kecengan anda yang acuh :D>
Cukup dengan berkata, "Kau dan aku memang takkan pernah bisa menyatu... Soalnya kalau kita bersatu, berarti kita adalah reinkarnasi dari amoeba yang dulu pernah membelah dong", doeng!
Tapi itu lebih baik daripada terus meratapi nasib teracuhkan oleh idola sendiri. Berbeda halnya bila kita sudah menyukai seseorang, tapi hadir ke dalam hidup kita seseorang yang tidak kita sukai sama sekali. maka berdoalah untuk sang kecengan dalam hati:
"Aku hanya ingin kau berdoa, 'semoga kau tak bahagia dengannya' karena aku tau ada banyak kebahagiaan yang kau sembunyikan di balik do'a itu", doengkuadrat! hahaha :p
yah artikel ini hanya sebagai pencaprukan dari naluri sya untuk memotivasi orang yang tak terperhatikan oleh kecengannya, semoga motivasi-motivasi yang lainnya bisa lebih memotivasi anda untuk lebih geje dalam menghadapi kecengan anda yang acuh :D>
Senin, 31 Oktober 2011
Ibu Bendaharta, that's me.
Dari jaman SD, budaya menabung emang udah kentara banget dipraktekan di lingkungan siswa, baik itu menabung untuk kelas maupun menabung untuk perindividu.
Aku inget banget, dulu waktu SD kelas 4 sekitar tahun 2004, aku udah kepilih jadi bendahara kelas yang mengurusi pembayaran uang kas dengan harga Rp. 500,-/minggu. Kelas 5 dan kelas 6 aku lupa, jadi bendahara kah juga atau malah jadi ketua kelasnya B)
Tapi pengalaman jadi ibu bendaharta juga aku dapatin waktu kelas 1 SMP sampai kelas 2 SMP. Ga bosen deh megangin uang orang yang jumlahnya kadang ga sedikit itu. Untuk kelas 3, jabatan bendaharta ku di vacuum dan digantikan oleh teman terbaikku, kusmiati sukmana :) hehehe
Alhasil, kebiasaan menyimpan uang orang ini terbawa sampai aku SMA. karier menjadi bendahara pun aku lanjutkan dari kelas X hingga kelas XI (sekarang). Jumlah uang yang sudah pernah ku pegang kira-kira ada Rp 15.000.000,- karena maraknya pengkomersialan di sekolah >:)
Projek kelas ku, kelas XI A 3 tahun 2011 ini adalah menabung untuk liburan akhir nanti, saat kami hendak berpisah untuk menuju ke galeri pintu masa depan masing-masing. Aku jadi ingat dulu semasa SD, kelas ku juga punya buku tabungan khusus yang memang menjadi sarana untuk menyisihkan uang jajan. Nah, mengikuti jejak dulu, kelasku juga akan menggunakan metode yang sama dalam menabung, yaaa semoga semuanya ikut berpartisipasi untuk menabung yaaa... ;)
Aku inget banget, dulu waktu SD kelas 4 sekitar tahun 2004, aku udah kepilih jadi bendahara kelas yang mengurusi pembayaran uang kas dengan harga Rp. 500,-/minggu. Kelas 5 dan kelas 6 aku lupa, jadi bendahara kah juga atau malah jadi ketua kelasnya B)
Tapi pengalaman jadi ibu bendaharta juga aku dapatin waktu kelas 1 SMP sampai kelas 2 SMP. Ga bosen deh megangin uang orang yang jumlahnya kadang ga sedikit itu. Untuk kelas 3, jabatan bendaharta ku di vacuum dan digantikan oleh teman terbaikku, kusmiati sukmana :) hehehe
Alhasil, kebiasaan menyimpan uang orang ini terbawa sampai aku SMA. karier menjadi bendahara pun aku lanjutkan dari kelas X hingga kelas XI (sekarang). Jumlah uang yang sudah pernah ku pegang kira-kira ada Rp 15.000.000,- karena maraknya pengkomersialan di sekolah >:)
Projek kelas ku, kelas XI A 3 tahun 2011 ini adalah menabung untuk liburan akhir nanti, saat kami hendak berpisah untuk menuju ke galeri pintu masa depan masing-masing. Aku jadi ingat dulu semasa SD, kelas ku juga punya buku tabungan khusus yang memang menjadi sarana untuk menyisihkan uang jajan. Nah, mengikuti jejak dulu, kelasku juga akan menggunakan metode yang sama dalam menabung, yaaa semoga semuanya ikut berpartisipasi untuk menabung yaaa... ;)
Minggu, 30 Oktober 2011
Pianist Classic : tanda tangan Frederic Chopin
Untuk entri kali ini, mari membahas hal yang sedikit mengisi pengetahuan kita tentang musik, lebih tepatnya pianist classic.
Kalian tau Frederic Chopin? terkadang pianist classic ini dipanggil hangat dengan nama "Chopin". Beliau lahir di Polandia pada tanggal 1 Maret 1810 dan meninggal pada tanggal 17 Oktober 1849. Ibu dari Chopin adalah orang asli Polandia, sedangkan ayahnya adalah seseorang yang melepas kewarganegaraannya (ekspatriat). Walaupun ia hidup dalam kurun waktu yang relatif singkat, tapi ia berhasil mengukir sejarah yang tentunya tak akan pernah dilupakan oleh penduduk dunia.
Biografi lengkap dari Chopin bisa dilihat langsung dalam wikipedia karena saya pun banyak tahu tentang Frederic Chopin dari sana :p hehehe Tapi, apa yang membuat saya tertarik pada Chopin? Salah satunya tentu karena permainan piano classic yang rumit, romantis, dan membuat saya serasa berada di dunia konser tunggal miliknya ketika mendengarkan lagu-lagunya. Yang kedua, saya tercengang saat menscroll mouse ke bawah laman wikipedia dan menampilkan tanda tangan dari Frederic Chopin. Ingin lihat? ini dia tanda tangannya :
Sadar akan sesuatu? Benar sekali, tanda tangan yang dibuat oleh Chopin ini menggunakan sistem pencerminan! Kejeniusan dan aura dari Chopin ini sudah bisa terlihat walaupun hanya dari tanda tangannya. Gambar ini bisa saja dimanipulasi oleh komputer, tapi saya percaya bahwa Chopin memang mampu membuat tanda tangan yang serupa lewat tangannya sendiri. Begitu melihat tanda tangan ini pun saya jadi ingat akan suatu hasil penelitian yang berbunyi : "Kesuksesan seseorang bisa dilihat dari tanda tangannya, lihat apakah tanda tangan orang tersebut berakhir dengan garis ke atas, mendatar, atau ke bawah", percaya atau tidak? untuk Frederic Chopin, sepertinya kesimpulan penelitian ini memang berlaku yaa...
Kalian tau Frederic Chopin? terkadang pianist classic ini dipanggil hangat dengan nama "Chopin". Beliau lahir di Polandia pada tanggal 1 Maret 1810 dan meninggal pada tanggal 17 Oktober 1849. Ibu dari Chopin adalah orang asli Polandia, sedangkan ayahnya adalah seseorang yang melepas kewarganegaraannya (ekspatriat). Walaupun ia hidup dalam kurun waktu yang relatif singkat, tapi ia berhasil mengukir sejarah yang tentunya tak akan pernah dilupakan oleh penduduk dunia.
Biografi lengkap dari Chopin bisa dilihat langsung dalam wikipedia karena saya pun banyak tahu tentang Frederic Chopin dari sana :p hehehe Tapi, apa yang membuat saya tertarik pada Chopin? Salah satunya tentu karena permainan piano classic yang rumit, romantis, dan membuat saya serasa berada di dunia konser tunggal miliknya ketika mendengarkan lagu-lagunya. Yang kedua, saya tercengang saat menscroll mouse ke bawah laman wikipedia dan menampilkan tanda tangan dari Frederic Chopin. Ingin lihat? ini dia tanda tangannya :
Sadar akan sesuatu? Benar sekali, tanda tangan yang dibuat oleh Chopin ini menggunakan sistem pencerminan! Kejeniusan dan aura dari Chopin ini sudah bisa terlihat walaupun hanya dari tanda tangannya. Gambar ini bisa saja dimanipulasi oleh komputer, tapi saya percaya bahwa Chopin memang mampu membuat tanda tangan yang serupa lewat tangannya sendiri. Begitu melihat tanda tangan ini pun saya jadi ingat akan suatu hasil penelitian yang berbunyi : "Kesuksesan seseorang bisa dilihat dari tanda tangannya, lihat apakah tanda tangan orang tersebut berakhir dengan garis ke atas, mendatar, atau ke bawah", percaya atau tidak? untuk Frederic Chopin, sepertinya kesimpulan penelitian ini memang berlaku yaa...
Langganan:
Postingan (Atom)

